Tabanan (Bisnis Bali) – Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan untuk datang ke kawasan daya tarik wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan yang menonjolkan keindahan terasering sawah, pihak DTW berencana akan menggelar festival pertanian. Ajang tersebut direncanakan akan digelar September mendatang dengan mengajak para pengunjung untuk merasakan bagaimana cara bertani hingga menikmati sejumlah olahan hasil pertanian produksi petani Jatiluwih.

Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, Rabu (10/1) mengungkapkan, 2018 ini merancang kegiatan berupa festival pertanian khususnya mengangkat tentang aktivitas persubakan. Di antaranya, menyangkut edukasi bahkan melibatkan para wisatawan atau pengunjung DTW terkait cara untuk menanam padi, hingga cara pengolahan lahan atau dikenal dengan proses metekap. Selain itu, dalam ajang tersebut juga akan dipadukan dengan seni budaya lokal, hingga beberapa hasil kerajinan tangan dari pemanfaatan produk lokal. Contohnya, kerajinan bambu.

“Rencananya kegaiatan tersebut digelar selama dua hari, difokuskan di sekitar kawasan DTW Jatiluwih tepatnya panggung terbuka di tengah sawah (manfaatkan lahan sawah yang tidak produktip),” ujarnya.

Harapannya, dari ajang tersebut akan mampu lebih banyak mendatangkan wisatawan ke kawasan DTW Jatiluwih. Selain itu, wisatawan yang datang agar bisa lebih mengenal bagaimana cara bercocok tanam, khsusunya varietas padi merah (padi lokal) yang merupakan produk asli dikembangkan di kawasan Jatiluwih. (man)