BIJI buah nangka yang selama ini dibuang begitu saja, ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang memiliki nilai ekonomis. Selain itu nilai gizi yang terkandung di dalamnya juga cukup tinggi sehingga layak menjadi salah satu pilihan diversifikasi pangan.

Ni Ketut Pastiniati, Ketua Kelompok Wanita Tani Banjar Mayoan Anyar, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, selama ini pihaknya mengolah biji buah nangka menjadi keripik yang ternyata cukup banyak penggemarnya. “Kalau sedang musim nangka, banyak biji nangka yang terbuang percuma. Jadi sebagai kelompok wanita tani, kami mencoba untuk memanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.

Masyarakat Bali selama ini hanya mengolahnya dengan cara direbus atau digoreng dengan bumbu menjadi keripik beton. “Untuk membuat keripik beton sangat mudah, cuma dengan mengiris biji nangka tipis-tipis. Kemudian digoreng kering dan dicampur dengan bumbu,” terangnya. Harga jualnya cukup tinggi yaitu Rp 25 ribu per 250 gram. Saat ini produk keripik beton sedang naik daun dan mulai dipromosikan melalui online shop.

Selain cara tradisional tadi, biji nangka juga bisa dijadikan tepung. Bahannya yaitu biji nangka 3 kg. Cara pengolahan biji nangka menjadi tepung yaitu biji dikeringkan dan dihaluskan akan dihasilkan tepung  2,4 kg. Tepung tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti tepung terigu atau digunakan bersama tepung terigu.

Ada cara lain untuk membuat tepung yaitu biji nangka direbus selama beberapa jam, kemudian ditumbuk hingga halus. Setelah halus kemudian dijemur atau disangrai hingga kering, lalu diayak. Tepung biji nangka ini bisa diolah menjadi beraneka kue kering dan roti.  (pur)