Pilkada 2018 Belanja Partai Politik Optimistis Dukung Pertumbuhan Ekonomi

40
Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Causa Iman Karana

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) optimistis tahun politik pada 2018 melalui ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) akan membawa pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi dan sektor UKM di Bali.

“Pesta demokrasi lima tahunan ini umumnya akan membuat belanja partai politik meningkat. Keadaan ini bisa membantu usaha ekonomi kecil dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2018,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Causa Iman Karana di Nusa Dua, Selasa (9/1) kemarin sebelum kunjungan ke Karangasem.

Menurutnya, belanja partai politik atau calon peserta pilkada dipastikan akan meningkat, terutama dari sisi sosialisasi ke masyarakat yang memerlukan barang-barang seperti baliho, t-shirt, banner, spanduk, konsumsi, kegiatan rapat dan aneka pelengkap kampanye lainnya. Konsumsi partai ini secara tidak langsung membawa rezeki bagi dunia usaha seperti pelaku UKM hingga pengusaha.

“Pada 2018 ini, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 6-6,4 persen. Salah satunya didukung pilkada 2018, selain tentunya juga dari rencana IMF-WB AM 2018 dan Bali sebagai tuan rumahnya,” ujarnya.

Cik biasa ia disapa mengatakan, pilkada 2018 tidak perlu dikhawatirkan karena Bali sudah melaksanakan pesta demokrasi ini, bahkan tidak hanya kali ini. Masyarakat Bali pun sudah makin dewasa menyikapi momen pilkada. Itu terlihat dari catatan BPS Bali setiap momen pilkada pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata mengalami kenaikan.

Ia pun menilai saat pilkada ada dana tambahan dari anggaran pemerintah kisaran Rp 200 miliar – Rp300 miliar yang bisa berputar atau beredar untuk anggaran KPU dan panwaslu. Belum lagi dana dari calon-calon peserta. “Terkait dana tidak perlu ditakutkan karena umumnya calon melaporkan dana kampanye serta laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke KPK,” imbuhnya. (dik)