Peluang ekspor sejumlah komoditi buah lokal produksi petani Bali kian cerah pada 2018 ini. Peluang ekspor tersebut sekaligus menjadi jawaban dari kecenderungan melorotnya harga sejumlah komoditi ketika memasuki musim panen. Lalu apa yang membuat peluang ekspor buah lokal ini menggembirakan tahun ini? 

BALI tidak hanya sebagai etalase bagi penjualan buah impor. Namun Pulau Dewata juga merupakan sebagai daerah yang mampu menghasilkan sejumlah buah lokal dengan kualitas dan cita rasa khas dengan pangsa pasar cukup luas. Sebut saja di antaranya, salak, jeruk, mangga, dan manggis yang pangsa pasarnya tidak hanya di lokal Bali. Beberapa sudah masuk ke tingkat pasar antarpulau dengan jumlah permintaan yang cukup besar.

Potensi pasar yang menggembirakan tersebut, tahun ini makin cerah khususnya untuk buah lokal jenis manggis, menyusul pertemuan bilateral Indonesia-Tiongkok yang dilaksanakan di kantor pusat AQSIQ. Pertemuan tersebut membahas kesepakatan operasional terkait ekspor buah manggis dari Indonesia yang kembali diperbolehkan langsung ke Tiongkok atau tidak lagi melalui negara ketiga.

Sebagai gambaran, sebelumnya ekspor manggis dari Indnesia termasuk Bali tidak bisa langsung menuju Tiongkok. Kondisi tersebut berlangsung lebih dari 4 tahun sehingga produksi manggis Indonesia harus melalui negara ketiga untuk bisa masuk Tiongkok. Akibatnya, eksportir harus mengeluarkan biaya yang besar untuk itu. Selain itu manggis, produksi Indonesia oleh negara ketiga telah berganti merek, sekaligus diklaim menjadi hasil produk dari negara ketiga tersebut. (man)