Penjualan SUV diproyeksikan akan meningkat tahun ini, karena ada beberapa produk baru yang diluncurkan ke pasar, apalagi SUV paling cocok dengan kondisi jalan di Indonesia umumnya dan Bali khususnya. Berapa besaran peningkatannya?

“SUV karakternya cocok dengan kondisi jalan di daerah ini. Makanya akan ada pergeseran MPV ke SUV,” kata Deputy Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Supranoto.

Pihaknya optimistis tahun ini SUV menjadi primadona masyarakat. “Pasar SUV saat ini 9-10 persen, dan kami proyeksikan tumbuh 5 persen, sehingga menjadi 15 persen tahun ini,” ungkapnya.

Hal ini terlihat pada penjualan DaihatsuTerios yang rata-rata mencapai 500 unit per bulan.

Pihaknya  menegaskan, pasar tahun ini diperkirakan tumbuh 5 persen, dibandingkan 2017. Kenaikan itu ditopang dengan perubahan varian menjadi All New Terios, perbaikan ekonomi, penurunan suku bunga, dan pergeseran kecenderungan konsumen ke mobil jenis SUV.

“Saat daya beli naik, konsumen MPV banyak beralih ke SUV, karena tergiur oleh style dan ketangguhan mobil jenis ini. Melihat fakta-fakta ini, saya kira prospek pasar SUV tahun ini menjanjikan,” jelasnya.

 Untuk itu, pihaknya mencoba memanfaatkan momentum ini dengan melansir All New Terios ini. Terlebih, harga varian ini lebih murah dibanding varian yang lama.

Menurutnya, penurunan harga dari Terios 2017 bisa terjadi karena di Daihatsu, selalu diupayakan efisiensi sehingga bisa memotong biaya produksi. “Apresiasi juga karena pelanggan sudah loyal konsisten mendukung Daihatsu. Sangat berperan dalam menjadikan Daihatsu sebagai sahabat mempermudah kepemilikan All New Terios juga,” ujarnya. (aya)