Turunkan Suku Bunga, LPD Desa Adat Selat Pandan Banten Rangkul Krama Desa lebih Maksimal

101
Kepala LPD Desa Adat Selat Pandan Banten, Ketut Sarjana, S.E

Singaraja (Bisnis Bali) –  Kondisi perekonomian di Bali yang saat ini sudah mulai berangsur membaik pascabencana erupsi Gunung Agung, menyisakan dampak bagi sejumlah lembaga keuangan. Seperti halnya Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

‪LPD Desa Adat Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada Buleleng ini, menyikapi ketidakstabilan perekonomian saat ini, LPD melakukan kebijakan penurunan suku bunga untuk nasabah Depotan dan Tabungan Sukarela. Penurunan suku bunga ini mulai berlaku per 2 Januari 2018.

‪Keputusan untuk menurunkan suku bunga, bukan tanpa pertimbangan bahkan pengurus LPD sudah melakukan survei di mana suku bunga yang diberikan oleh LPD Selat masih lebih tinggi meskipun sudah dilakukan kebijakan penurunan suku bunga.

Kepala LPD Desa Adat Selat Pandan Banten, Ketut Sarjana, S.E. ketika diwawancarai Bisnis Bali, Minggu (7/1) siang mengatakan, dilakukannya perubahan suku bunga bertujuan agar bisa menurunkan suku bunga kredit di tengah situasi ekonomi yang kurang stabil.

“Situasi yang tidak stabil ini kita harus berusaha dapat menggali dana yang murah agar nantinya bisa menurunkan suku bunga kredit,” jelasnya.

Disinggung apakah terjadi penurunan permintaan kredit, pihaknya mengatakan, tidak terjadi penurunan. Melainkan manfaat yang didapat nantinya dari penurunan suku bunga kredit ialah agar bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainnya serta meringankan beban usaha nasabah yang memakai jasa kredit di LPD.

“Permohonan kredit tidak menurun, akan tetapi bagaimana kita agar lebih maksimal bisa merangkul masyarakat atau krama desa bidang perkreditan,” tandasnya. (ira)