Denpasar (Bisnis Bali) – Program asuransi nelayan  tidak lagi disubsidi pemerintah sejak Desember 2017. Dengan demikian, untuk 2018 nelayan diharapkan mampu memiliki asuransi secara mandiri. Terkait dengan hal tersebut, PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) Cabang Denpasar, pada tahun ini hanya menargetkan 50 persen asuransi nelayan dibandingkan tahun sebelumnya, atau hanya sebanyak 4.250 nelayan.

Kepala PT Jasindo Cabang Denpasar,  Nyoman Yuda Palguna, saat ditemui, Minggu (7/1) mengatakan, pihaknya hanya menargetkan 50 persen nelayan pada tahun ini ikut asuransi, mengingat belum semua masyarakat paham akan asuransi, yang sebelumnya ada yang hanya sekadar ikut.

“Namun, kami berani menargetkan 50 persen mengingat sebagian nelayan sudah tahu manfaatnya selama 2 periode. Mereka yang merasakan manfaat asuransi tersebut yakni mereka yang mengetahui  apa yang diterima rekannya  yang sebelumnya meninggal akibat  kecelakaan melaut maupun  kecelakaan di darat serta meninggal akibat sakit, sedangkan mereka yang belum pernah merasakan manfaatnya tentu masih ragu untuk mengikuti asuransi  mandiri ini,” katanya.

Ia menambahkan, program asuransi nelayan secara mandiri atau dikenal dengan nama Asuransi Nelayan Mandiri  Terpercaya (Si Mantep) baru diluncurkan pada 2 Januari lalu, sehingga belum ada nelayan yang terdaftar ikut asuransi. Namun meskipun demikian, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan  beberapa kelompok nelayan di Bali. (wid)