Budi Daya Nangka belum Maksimal

124

Mangupura (Bisnis Bali) – Budi daya nangka belum banyak dilakukan petani di Bali. Penanaman nangka paling dilakukan sebagai tanaman sela di kebun dan bukan dibudidayakan.  Padahal, budi daya nangka tergolong mudah dan menguntungkan, karena hampir semua bagian pohon nangka bisa dimanfaatkan.

Nangka cocok tumbuh di daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi dan musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka lebih cocok tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.300 meter dpl. Namun, ketinggian yang terbaik untuk pertumbuhan nangka adalah antara 0-800 meter dpl dengan sinar matahari yang cukup. “Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan nangka, pembentukan bunga  dan buah,” kata Wayan Karsa, petani di Baha, Mengwi, Badung.

Kalau ingin menanam atau membudidayakan pohon nangka, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan bibit unggul yang produksi tinggi, buah berkualitas baik, berumur panjang dan tahan terhadap hama penyakit. “Kalau memilih bibit harus yang sehat, ciri-cirinya pohonnya kokoh, batangnya kuat, lurus dan tumbuh tegak, percabangan banyak serta daun bagian atas berwarna hijau segar. Bibit lebih baik dari hasi cangkok, okulasi dan stek,  karena bibit ini memiliki keunggulan lebih cepat berbuah.

Sebelum menanam lakukan pengolahan lahan, tanaman nangka yang dipelihara di kebun jarak tanamnya 8 – 12 m, lubang tanam dibuat dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m. Pada saat penggalian lubang tanam, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagian bawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yg sudah matang sebanyak 20 kg per lubang. Lubang tanah yang telah digali dibiarkan terbuka selama 1-2 minggu, agar mendapat sinar matahari sehingga teroksidasi dengan baik. Untuk menghindari kendala tanah asam, tanah galian dicampur dengan dolomit/kapur pertanian sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam dan tanah campuran ini dimasukkan ke dalam lubang 2-3 minggu sebelum penanaman. (pur)