Denpasar (Bisnis Bali) – Guna memaksimalkan peran ekonomi kerakyatan, Pemkot Denpasar secara berkesinambungan terus mengupayakan revitalisasi terhadap pasar tradisional di Kota Denpasar. Setelah sebelumnya berhasil merevitalisasi Pasar Sindu, Pasar Agung, Pasar Nyanggelan Panjer dan beberapa pasar desa lainya yang keseluruhan berjumlah 23 dari 33 pasar tradisional, kini Pemkot Denpasar kembali mendukung revitalisasi Pasar Pula Kerti yang berada di Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat yang kini dikelola Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar Selatan. Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menerima audiensi pengurus Pasar Pula Kerti dan Klian Banjar Kaja Sesetan, baru-baru ini  di Kantor Wali Kota Denpasar.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, AA Ngurah Bagus Airawata, Kadisperindag Kota Denpasar, I Wayan Gatra, Perwakilan PD. Pasar Kota Denpasar,  Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Semara dan instansi terkait lainya.

IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, hingga saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor penting dalam menggerakkan ekonomi utamanya di dalam kota, sehingga dinilai penting melakukan revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar untuk memaksimalkan peran ekonomi kerakyatan. “Dengan adanya revitalisasi pasar tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar tradisional meningkat, dan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pasar ke depannya,” ujar Rai Mantra.

Rai Mantra mencontohkan seperti halnya Pasar Sindu yang berlokasi di Desa Sanur. Pasar ini sebelumnya dikenal sebagai lokasi yang identik dengan becek dan bau, kini justru diminati masyarakat bahkan wisatawan mancanegara yang sedang berwisata di daerah Sanur. Selain itu, dalam menunjang efektivitas terhadap Pasar Pula Kerti, Rai Mantra menyarankan agar pembangunannya menggunakan konstruksi baja, sehingga udara yang berada di dalam pasar tersirkulasi dengan baik dan kesan sumpek pada pasar tradisional dapat dihilangkan. ”Pada prinsipnya kami di Pemkot Denpasar selalu mendukung revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar,” imbuh Rai Mantra. (sta)