Ekonomi Bali pada 2018 dengan mencermati perkembangan ekonomi prompt indikator dan hasil survai serta liaison terakhir diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2017 yaitu berada dalam kisaran 6,0- 6,4 persen year on year (yoy), mendekati batas tengah dari sisi permintaan. Prakiraan peningkatan kinerja didorong oleh meningkatnya kinerja sebagian besar komponen permintaan yaitu konsumsi rumah tangga, investasi dan konsumsi pemerintah serta ekspor. Bagaimana prediksi triwulan I terkait inflasi dan sektor pariwisata?

PERTUMBUHAN ekonomi Bali pada triwulan I 2018 diperkirakan akan mengalami peningkatan dalam kisaran 5,80 persen hingga 6,20 persen yoy. Dari sisi permintaan, peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga sejalan dengan peningkatan upah minimum provinsi (UMP) pada 2018 dan peningkatan kinerja ekspor khususnya jasa didorong oleh adanya perayaan Imlek.

Sejalan dengan itu, konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) diperkirakan juga akan meningkat dikontribusikan oleh persiapan penyelenggaraan pilkada pada 2018, sementara komponen lainnya diperkirakan akan tetap tumbuh positif namun melambat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Causa Iman Karana mengatakan, dari sisi penawaran peningkatan kinerja ekonomi pada triwulan I 2018 didorong oleh peningkatan kinerja beberapa lapangan usaha utama yaitu lapangan usaha pertanian, penyediaan akomodasi makanan dan minuman, industri pengolahan perdagangan dan transportasi.

Dari sisi permintaan, bila dianalisis peningkatan kinerja ekonomi Bali pada triwulan I 2018 didorong oleh prakiraan peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga konsumsi LNPRT dan ekspor.

“Peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga didorong oleh adanya peningkatan UMP pada 2018 diperkirakan akan meningkat 8,71 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan UMP 2017 mencapai 8,25 persen yoy,” katanya. (dik)