Denpasar (Bisnis Bali) – Pada November 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali hanya tercatat mencapai 361.006 kunjungan. Angka ini turun signifikan mencapai 22,38 persen jika dibandingkan dengan Oktober tahun yang sama.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (2/1) mengungkapkan, November 2017 sebagian besar wisman yang datang ke Bali melalui bandara, yakni mencapai 358.012 kunjungan, sedangkan yang datang melalui pelabuhan laut 2.994 kunjungan.

“Dibandingkan dengan catatan bulan yang sama pada 2016, jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai turun 9,63 persen. Sementara bila dibandingkan dengan catatan Oktober 2017 (m to m), kunjungan melalui bandara di bulan November tercatat turun 22,55 persen,” katanya.

Menurut Adi Nugroho, pada November 2017 wisman yang datang melalui pelabuhan laut ini naik 6,09 persen dibandingkan Oktober 2017. Penurunan wisman yang datang pada November 2017 diduga ada pengaruh terkait Gunung Agung yang mulai berstatus awas pada 21 September 2017, kemudian diikuti dengan adanya travel warning oleh beberapa negara serta penutupan Bandara Ngurah Rai selama dua setengah hari yang berpengaruh pada kunjungan wisman ke Bali.

“Beberapa negara yang mengeluarkan travel warning yaitu Tiongkok, Australia, Inggris, Singapura, Irlandia dan Selandia Baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada November 2017, adalah wisman dengan kebangsaan Tiongkok, Australia, India, Inggris dan Jepang dengan persentase masing-masing 23,79 persen, 20,44 persen,  5,85 persen, 4,11 persen, dan 3,82 persen. Dibandingkan dengan November 2016, dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak, hanya India yang mengalami peningkatan jumlah wisman mencapai 1,15 persen. Penurunan yang paling tinggi dari sepuluh negara asal wisman dicatat oleh wisman asal Malaysia yang mencapai 24,91 persen.

“Dibandingkan bulan sebelumnya, dari 10 negara kontributor utama, delapan negara mengalami penurunan jumlah wisman dengan yang terbesar adalah Perancis 54,24 persen,” katanya. (man)