Kendati  secara umum pasar otomotif roda empat di Bali selama 2017 tercatat mengalami penurunan 6 hingga 8 persen jika dibandingkan 2016 lalu. Namun untuk beberapa jenis atau varian produk pada 2017 penjualannya tercatat mengalami peningkatan. Varian apa itu?

VARIAN mobil murah atau low cost green car (LCGC) ternyata mencatatkan peningkatan penjualan sekitar 25 persen bila dibandingkan penjualan tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Cabang Auto2000 Denpasar, Haris Prasestya, selama 2017, secara umum penjualan produk Toyota di Bali mengalami penurunan.

Meskipun pasar otomotif mengalami penurunan, ada beberapa jenis produk atau varian yang diakuinya justru mengalami peningkatan baik dari segi market share maupun rata-rata penjualan selama 2017. Produk tersebut adalah produk mobil LCGC atau yang dikenal juga dengan produk mobil murah 5 seater dan 7 seater.

Selama 2017, Haris mengatakan, Auto2000 mencatat penjualan produk mobil murah ini mengalami peningkatan hingga 25 persen jika dibandingkan 2016 lalu. “2016 lalu penjualan LCGC kami rata-rata mencapai 175 unit per bulan, sedangkan 2017 ini penjualan kami mencapai 200 unit per bulan, baik 5 seater maupun 7 seater,” ujarnya.

Lanjutnya, produk LCGC yakni Toyota Agya dan Toyota Calya, saat ini menjadi tulang punggung dari penjualan Toyota, yang disusul oleh penjualan Toyota Rush dan sisanya dari produk lainnya, seperti commuter dan jenis city car dan sedan.

Selain produk LCGC, pada 2017 produk otomotif lain yang juga mencatatkan peningkatan penjualan dikatakannya adalah produk commuter yang mengalami peningkatan penjualan 75 persen jika dibandingkan periode yang sama 2016. “Jika pada 2016 penjualan produk ini hanya beberapa unit saja per bulan, selama 2017, penjualan produk ini mencapai 24 unit per bulan,” tambahnya. (aya)