Pungut Retribusi Wisata, Karangasem akan Tiru Badung

60
budRETRIBUSI - Prajuru Desa Padangbai mengikuti sosialisasi pemungutan retribusi wisata, kemarin.

Amlapura (Bisnis Bali) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Karangasem berencana meniru Kabupaten Badung dalam memungut retribusi objek daya tarik wisata (ODTW). Dari 36 ODTW di Badung, baru enam ODTW yang ditarik retribusinya atas kerja sama dengan pihak ketiga yakni desa pakraman setempat. Dari hanya memungut enam retribusi di ODTW, pendapatan yang masuk ke kas daerah di Badung cukup besar.

Hal itu disampaikan Kabid Destinasi Wisata  Dispar Karangasem I Wayan Suendra Ariawan, Rabu (27/12) kemarin saat menyampaikan sosialisasi pungutan-pungutan oleh desa pakraman di wantilan kantor Bupati Karangasem.

Suendra mengatakan, pihaknya dari Dispar Karangasem sudah pernah melakukan studi banding ke Dispar Badung, soal sistem kerja sama Pemkab Badung dengan pihak ketiga yakni desa pakraman. ‘’Kami akan menggagas sistem kerja sama seperti yang dilakukan di Badung. Untuk kebaikan yang bisa diterapkan sehingga lebih baik di Karangasem, kenapa kita tidak melakukan kerja sama seperti di Badung? Di Badung meski memiliki 36 ODTW tetapi baru enam yang dipungut retribusinya, lewat kerja sama pihak ketiga salah satunya dengan pihak Puri Mengwi,’’ paparnya.

Karangasem memiliki ODTW yang jauh lebih banyak dibandingkan Badung, yakni 59 OTDW sesuai Peraturan Bupati Karangasem No. 52  tahun 2015. Dari 59 ODTW yang ada, baru tujuh ODTW yang dipungut retribusinya, salah satunya ODTW rekreasi dan olah raga di Padangbai. Namun dari tujuh ODTW yang sudah dikenakan retribusi, belum ada kerja sama dengan pihak ketiga yakni desa pakraman.

Suendra mengatakan, dalam rangka menggagas kerja sama dengan pihak ketiga itu, pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan dua desa pakraman, salah satunya dengan Padangbai. Dia mengaku yakin, dengan kerja sama pengelolaan ODTW, pihak desa akan senang dan terjadi transparansi atau ketertiban, serta masyarakat setempat akan bisa menikmati hasil. ‘’Pendapatan asli daerah (PAD) bagi Karangasem akan naik, karena merupakan andalan kedua setelah sektor galian C. Selain itu yang lebih penting lagi, pihak desa pakraman akan terpayungi melalui perda yang sebenarnya sudah ada, dalam melakukan pungutan. Tinggal membuat naskah kerja sama,’’ paparnya. (bud)