Buah Naga Kuning Inovasi Terbaru Petani di Buleleng

465
iraNAGA KUNING - Tanaman buah naga kuning di lahan milik I Made Arnaja di Desa Tajun. 

KABUPATEN Buleleng yang geografisnya merupakan daerah perbukitan, ternyata mampu memberikan dampak positif khususnya di sektor pertanian. Bagaimana tidak, beberapa petani di Bali Utara ternyata mampu berinovasi memanfaatkan tanah kering menjadi lahan yang berguna. Salah satunya budi daya buah naga. Diketahui, perkebunan buah naga di Buleleng paling banyak dibudidayakan di kawasan Buleleng Timur. Tanaman buah naga merupakan tanaman yang tidak memerlukan banyak air sehingga dapat tumbuh di dataran rendah seperti di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.

Saat ini, yang umum diketahui masyarakat, buah naga ada dua jenis yakni buah naga dengan daging berwarna putih dan merah. Akan tetapi di salah satu lahan milik I Made Arnaja, petani buah dari Desa Tajun, dapat dijumpai buah naga dengan jenis yang berbeda bahkan masuk dalam komoditi baru di Buleleng, yakni buah naga kuning. Ini merupakan inovasi atau terobosan baru dilakukannya.

Ia menjelaskan, sebagai petani tentu harus mengetahui sistem budi daya dari apa yang akan ditanam. Seperti halnya buah naga, menurutnya, jika dikembangkan dengan cara yang benar dan diberikan perawatan serta nutrisi yang tepat, tanaman akan dapat tumbuh dengan baik. “Ketika saya menanam, bukan berapa

untung yang akan saya dapatkan melainkan berhasil atau tidakkah buah ini dikembangkan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak ada perbedaan cara menanam buah naga kuning dengan buah naga merah. Akan tetapi dari segi pemupukan dirinya memprioritaskan pupuk organik. “Saya ingin menghasilkan produk pertanian yang benar-benar sehat,” katanya. (ira)