LPD pun Siapkan Jurus Jitu Dalam Tantangan ke Depan

30

Menyambut 2018 persaingan dan tantangan lembaga keuangan kian meningkat termasuk lembaga perkreditan desa (LPD) milik desa pakraman. Guna terus mempertahakan dan mengembangkan keberadaan LPD, jurus jitu pun harus dilakukan. Apa saja?

BERBAGAI persaingan tentunya dihadapi oleh LPD saat ini, yang tidak hanya dengan keberadaan bank umum, namun juga keberadaan finance technology (fintech) yang sudah sampai ke desa-desa turut mengancam
keberadaan LPD. Dengan demikian, berbagai upaya mulai dari penguatan SDM hingga inovasi produk di LPD harus dilakukan guna menghadapi tantangan LPD ke depannya.

Hal ini yang menjadi pokok pembahasan dalam
acara diskusi terbatas yang diselenggarakan BKS-LPD dan LP-LPD Provinsi Bali yang bekerja sama dengan Harian Bisnis Bali serta
mendatangkan akademisi dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI), bertempat di Warung 63, Denpasar, Jumat (22/12) kemarin.
Ketua Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali, I Nyoman Arnaya, S.E. menjelaskan, LPD memang dihadapkan dengan berbagai tantangan ke depan, sehingga yang menjadi tugas penting oleh LP-LPD adalah
penguatan SDM. Dia mengatakan, untuk membangun SDM yang mapan secara teknis tidaklah susah, namun membangun SDM secara mental bukan hal yang mudah dilakukan. Menurutnya, penguatan mental dari SDM ini
sangatlah penting agar pengembangan LPD dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh.  Saat ini, dikatakannya, keberadaan LPD yang
memiliki aset di atas Rp 100 miliar jauh lebih sedikit dibandingkan LPD yang memiliki aset di bawah Rp 10 miliar. Hal ini menjadi tugas LP-LPD ke depannya untuk terus berupaya mengembangkan LPD.
Namun, dia mengatakan, keberadaan LPD hingga saat ini yang telah berumur 33 tahun ini, didukung oleh beberapa faktor yaitu karena
LPD dikelola dengan sistem, LPD milik desa adat, keberadaan dilindungi oleh perda dan pergub serta pararem desa adat dan pembinaan yang dilakukan terus-menerus. Dengan demikian, untuk terus mampu membuat LPD
itu ada dan berkembang penting bagi desa pakraman dan LPD untuk menyatukan persepsi sehingga LPD bisa dikatakan memiliki ketertarikan (mataksu-red). “Mataksu dalam hal ini maksudnya LPD memiliki dukungan dari masyarakat dan LPD mampu memfasilitasi segala kegiatan di desa pakraman,” ungkapnya. (wid)