Denpasar (Bisnis Bali) – Bank BPD Bali mengambil inisiatif dengan memberikan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak erupsi Gunung Agung (GA).

PLTS Direksi Bank BPD Bali Gede Sudibia di sela-sela gathering dengan media di Renon, Kamis (21/12) lalu mengatakan, bank milik krama Bali ini sudah melakukan berbagai strategi untuk penanganan nasabah di Karangasem sejak status masih awas hingga terjadi erupsi.

“Intinya bagaimana kebijakan yang diambil bank tidak memberatkan nasabah. Sebab tidak dipungkiri kondisi GA membawa dampak bagi tidak hanya di Karangasem, sehingga harapannya kondisi ini segera selesai,” katanya.

Kepala Bagian RMK Bank BPD Bali Ni Ketut Lestari mengatakan, terkait dampak GA dibagi dua yaitu langsung dan tidak langsung. Untuk yang terdampak langsung di wilayah Karangasem terdapat 651 debitur dengan fislitasi kredit mencapai Rp 221 miliar.

Debitur yang terdampak kebanyakan dari sektor perdagangan disusul hotel dan restoran (usaha makanan dan minum).

“Untuk debitur yang terdampak langsung BPD Bali melakukan restrukturisasi kredit berupa penundaaan bayar pokok, perpanjang jangka waktu pembayaran hingga perubahan suku bunga,” katanya.

Sementara bagi debitur yang tidak berdampak langsung, kata dia, kebanyakan berasal dari pegawai yang bekerja di sektor perhotelan dan sektor lain di luar Karangasem seperti dari daerah pariwisata Ubud dan Badung. Jumlah debitur yang tidak langsung terdampak mencapai 6.100 orang dengan fasilitas kredit mencapai Rp 1,3 triliun.

“Sejak Oktober sudah kami melakukan restrukturisasi. Langkah selanjutnya masih menunggu kebijaka otoritas terkait terkait langkah-langkah apa yang akan diambil terhadap kewajiban debitur ke depannya,” paparnya. (dik)