Biaya Perawatan Tinggi, Harga Sawi Hijau Naik 

89

CURAH hujan yang tinggi disertai angin dalam beberapa minggu terakhir berdampak pada kenaikan harga pangan. Salah satunya sayuran. Sayuran merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh tubuh. Permintaan sayur setiap harinya pun terus meningkat. Namun seiring peningkatan permintaan tidak dibarengi dengan volume produksi di tingkat petani, sehingga mengakibatkan harga di tingkat pedagang mengalami lonjakan. Kali ini jenis sayuran yang mengalami lonjakan harga terjadi pada sayur hijau.

Berdasarkan pantauan Bisnis Bali di salah satu perkebunan sawi hijau milik petani di Dusun Karma, Desa Pancasari Buleleng. Meskipun sawi hijau termasuk tanaman yang tahan terhadap cuaca, akan tetapi apabila intensitas hujan tinggi tanaman sawi hijau rentan rusak. Selain itu meski berbagai upaya dilakukan oleh petani untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dengan menggunakan bedengan atau plastik tembus cahaya untuk melindungi tanaman, kelembaban berlebih pada tanah membuat sayuran mudah membusuk.

Diungkapkan, salah satu petani sayur Kadek Suliastini melonjaknya harga sayur hijau diakibatkan adanya penurunan produksi sayuran karena cuaca yang tidak menentu beberapa minggu terakhir. Selain itu biaya pemeliharaan tanaman sayuran menjadi lebih tinggi karena membutuhkan perawatan yang intensif juga menjadi penyebab naiknya harga sayuran. “Itu sudah biasa terjadi ketika permintaan tinggi sementara pasokan di petani menurun harga pasti melonjak,”ungkapnya.  (ira)