Pesanan Tinggi, Budi Daya Paprika Terkendala Cuaca

78

PAPRIKA merupakan salah satu tanaman jenis hortikultura yang saat ini masih dibudidayakan di Kabupaten Buleleng, tepatnya di kawasan Desa Pancasari. Penanaman paprika terus dikembangkan, mengingat pesanan atau permintaan paprika baik merah, hijau dan kuning masih cukup tinggi sehingga peluang pasar di dalam negeri bahkan hingga luar negeri masih terbuka lebar.

Akan tetapi saat ini, cuaca yang tidak menentu atau memasuki musim hujan ternyata menjadi hambatan bagi sejumlah petani paprika di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Sejumlah petani pun mengeluhkan produksi paprika mengalami penurunan hal itu disebabkan cuaca buruk yang diprediksi masih terjadi hingga awal tahun 2018.

Sejak memasuki musim penghujan, hasil panen paprika mengalami penurunan hingga 40 persen. Hal itu diakui salah seorang petani sayur dari Dusun Karma, Desa Pancasari Buleleng I Wayan Putra, S.S. ketika diwawancarai Bisnis Bali, Kamis siang (21/12) kemarin.

Ia mengatakan, meskipun teknik pembudidayaan paprika yang ia terapkan yakni dengan cara hidroponik menggunakan naungan (green house-red) akan tetapi hasil serta kualitas daripada buah paprika sangat bergantung dari pada cuaca itu sendiri. Dijelaskannya, tatkala memasuki musim hujan, suhu ruangan di dalam green house menjadi lembab sehingga menjadikan tanaman penuh dengan embun yang memancing adanya jamur. “Meskipun menggunakan green house akan tetapi embun yang ada menjadikan daun menghitam dan tanaman menjadi layu,” ungkapnya.  (ira)