Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa Hadiri ”Palebon” di Puri Carangsari

74
istPALEBON - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Ketua DPRD Putu Parwata saat menghadiri palebon Penglisir Puri Carangsari I Gusti Ngurah Raka yang lebar tgl 16 September lalu, Rabu (20/12) di setra Desa Adat Carangsari.

Mangupura (Bisnis Bali) – Penglingsir Puri Carangsari I Gusti Ngurah Raka yang lebar pada 16 September lalu, Rabu (20/12) di-palebon di setra Desa Adat Carangsari. Prosesi palebon almarhum I Gusti Ngurah Raka berjalan  lancar walaupun hujan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung  I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Penglingsir Puri Mengwi yang juga mantan Bupati Badung AA Gede Agung, mantan Pangdam IX Udayana, Wisnu Bawa Tanaya, semeton Puri Petang, tokoh Puri Carangsari serta para tokoh masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut.

Prosesi upacara palebon almarhum I Gusti Ngurah Raka Yang merupakan Veteran Pejuang Badung Utara dimulai sekitar  pukul 12.15 wita dengan prosesi disambut tari Rejang Renteng  yang dilanjutkan dengan Tari Baris Tumbak,  dan pelaksanaan apel persada sebagai Inspektur Upacara Letkol CHK I Made Arta Wisnu dari Waka Kum Dam IX Udayana  dan sebagai Komandan  Upacara Kapten I Made Ruda dari  Kodim 1611 Badung.

Perwakilan keluarga Puri Agung Carangsari, AA Ngurah Sutapa mengatakan,  almarhum I Gusti Ngurah Raka  atau  Werkudara (nama samaran saat melawan penjajah) adalah pejuang anggota angkatan Republik Indonesia resimen I Gusti Ngurah Rai (Sunda Kecil). ”Beliau lahir tahun 1925 dan meninggal pada Sabtu, 16 September pada usia yang ke-92 tahun. Almarhum adalah pejuang yang hidup di empat zaman yakni zaman penjajahan, zaman revolusi Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi. Almarhum juga pernah menerima penghargaan paling utama dari Presiden pertama RI Ir. Soekarno yakni pengharggan bintang gerilya pada 1959, almarhum meninggalkan dua orang istri, empat belas anak dan empat puluh cucu. Istri beliau yang keempat Jero Nyoman Puspa juga meninggal pada Kamis 23 November lalu,” ujarnya.

Sementara Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta mengatakan  almarhum I Gusti Ngurah Raka meninggal hampir bersamaan dengan istrinya. Hal ini fenomena yang langka dan ini boleh dikatakan tatanan konsep masemaya. “Beliau sempat diberi gelar Bintang Geriliya dan ini bukti beliau adalah pejuang pahlawan kemerdekaan bapak I Gusti Ngurah Rai dan ini prinsip apa yang beliau lakukan dan cita-cita beliau untuk kita semua. Saya melihat masyarakat pun ikut antusias untuk ikut serta  melayat ke setra Carangsari dan saya selaku Bupati Badung bersama-sama Wakil Bupati Badung dan Ketua DPRD Badung  ini adalah merupakan wujud bakti kami kepada puri karena ada satu tagline di mana puri bersatu di situ adat dan budaya terjaga,” terangnya. (ad 2.265)