Permintaan Tinggi, Dinas Perikanan Kembangkan Budi Daya Lele dengan Teknologi Terbarukan

124

Denpasar (Bisnis Bali) -‎ Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengembangkan budaya ikan khususnya ikan lele dengan teknologi terbarukan. Pasalnya, permintaan ikan lele cukup tinggi sehingga belum bisa dipenuhi. Apalagi suhu di Kota Denpasar panas cocok dikembangkan benih dan ikan lele.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ir. AA Gede Bayu Brahmasta, belum lama ini mengatakan, pemeliharaan ikan lele harus disiasati melihat kondisi wilayah Denpasar padat penduduk dan lahan terbatas. Pemeliharaan ikan lele tersebut melalui teknologi terbarukan menggunakan kolam terpal khusus dan tahan lama bisa dipindahkan.

”Masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas dan lahannya dipakai apa maka kolam tersebut bisa dipindahkan,’’ kata Bayu
Brahmasta.
Menurut Bayu Brahmata, teknologi yang dipakai pemeliharaan ikan lele adalah padat pemeliharaannya lebih tinggi. Seperti penghematan air dan penghematan pakan. Karena air yang dipakai tidak banyak terbuang dan bisa diputar. Selain itu, ada sistem bioflok dengan penambahan probiotik yakni zat-zat tertentu berupa planton atau soplanton yang bisa member makan tambahan bagi ikan yang bisa menghilangkan bakteri-bakteri negatif.

”Kami harapkan pemeliharaan ikan lele memakai organik dan tidak menggunakan limbah. Namun yang dipakai pellet dan cacing untuk dapat mengurangi bau,’’ ujarnya.

Bayu Brahmasta mengaku, budi daya ikan lele belakangan ini cukup tinggi dan sudah banyak kelompok-kelompok bermunculan secara swadaya. Di samping itu, bentuk perkumpulan  budidaya ikan lele dalam bentuk UPP.
Diharapkan, dalam perkumpulan itu ada saling tukar informasi dan tidak ada persaingan yang tidak sehat di antara kelompok.

 ”Kami harapkan adanya kerja sama antarkelompok akan dapat menghasilkan sekaligus menjaga kualitas ikan lele,’’ harapnya.

Lebih lanjut Bayu Brahmasta mengemukakan, kebutuhan ikan lele di Kota Denpasar melebihi produksi yang dihasilkan petani ikan. Kekurangan tersebut dipasok dari luar daerah asalkan kualitas ikan lele tersebut terjamin. Tetapi di Denpasar yang terbesar adalah pembenihan ikan lele yang sudah menjadi sentral di Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. (sta)