Sudah menjadi tradisi pada awal tahun, setiap produsen atau diler otomotif menaikkan harga jual mereka. Kenapa kenaikan ini harus menunggu regulasi dari pemerintah?

MENURUT Area GM Jatim, Bali, dan Nusra Toyota Astra Motor (TAM), Johanes Pandyopranoto, kenaikan ini memang tidak bisa dihindari, mengingat setiap awal tahun, pajak kendaraan akan mengalami kenaikan. Awal tahun juga, biasanya akan terjadi kenaikan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) oleh Pemprov Bali.
“Semua pabrikan memang mengalami kenaikan harga. Sebagian besar kenaikan karena awal tahun ada perubahan pajak kendaraan dan NJKB,” katanya.
Misalnya, harga untuk All New Rush belum ada hingga kini, kendati sudah di-launching belum lama ini di Bali. “Mengenai harga akan diumumkan secara resmi Januari 2018,” ungkapnya.

Kondisi ini disebabkan masih menunggu kebijakan pemerintah pusat dan daerah pada tahun depan. “Mungkin kenaikannya tidak lebih dari Rp 10 juta dari harga sebelumnya untuk nasional,” papar Johanes.
Katanya, Rush terbaru ini menghadirkan sejumlah pembaruan yang mengusung representasi semangat dan gaya hidup kalangan urban dengan nuansa sporty.

Sejauh ini Rush sudah berhasil terjual 250 ribu unit, sehingga pihaknya melakukan refresh untuk produk ini. “DNA tetap SUV, tetapi ada perubahan desain. SUV-nya tetap ada, seperti bisa melibas segala medan, interior space lebih besar dan safety-nya yang terbaik di kelasnya,” jelasnya.

Market share ditargetkan memimpin kembali. Auto2000 di Bali bisa menjadi market leader. Saat ini Toyota turun ke posisi nomor dua di pasar SUV Medium untuk di Bali.

 “Kami yakin market share bisa meningkat dengan ada All New Rush ini di Bali,” tegasnya. (aya)