Jelang Nataru, Pebisnis ’’Paper Bags’’ Tambah Stok Dagangannya

15

Denpasar (Bisnis Bali) –  Tas plastik atau kresek merupakan produk yang kini mulai ditinggalkan oleh masyarakat saat ini. Mengingat, di balik kemudahannya dalam menyimpan produk atau barang, tas kresek berpotensi merugikan kehidupan masyarakat luas. Selain itu, bahaya bahan plastik yang susah di daur ulang dan diurai oleh tanah. Oleh karena itu, sebagian pebisnis kini memiliki terobosan dengan menyediakan kemasan tas kertas yang menjadi solusi bagi gerakan nyata cinta lingkungan.

‘’Jelang Nataru ini, kami menambah stok paper bags (kantung/ tas terbuat dari kertas) hingga 50 persen dari hari biasanya,’’ ujar Ridwan, salah seorang penyedia paper bags di kawasan Denpasar, Rabu (20/12).

Lanjutnya, selain dapat didaur ulang serta ramah lingkungan, harga produknya ini juga cukup terjangkau, dengan harga mulai ribuan rupiah hingga puluhan ribu rupiah per pcsnya.

Pihaknya berupaya tidak hanya mengejar segi keuntungan bisnis, namun tetap memperjuangkan gerakan moral cinta dan peduli lingkungan. “Dengan memperkenalkan tas kertas atau paper bags sebagai alternatif kemasan pengganti tas plastik kepada masyarakat umum, kami memberikan pilihan terbaik dengan menawarkan kemasan yang lebih baik dan lebih unik,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Afifah, salah seorang penyedia paper bags lainnya.

Kata dia, manfaat menggunakan tas kertas adalah tas ini sangat mudah di daur ulang. Di samping itu, bahan tas kertas pihaknya variasikan antara bahan baru dengan bahan daur ulang. Desain kemasan lebih variatif dengan desain yang tak terbatas mampu menyampaikan pesan-pesan moral dan cinta lingkungan. Sementara tas plastik hanya desain tertentu dan tidak maksimal.

“Eksklusivitas tas kertas dan keunikan menjadi nilai lebih dibanding tas plastik,” imbuhnya. (aya)