Denpasar (Bisnis Bali) – Denpasar Festival (Denfest) kembali hadir sebagai festival tahunan yang ramai dikunjungi masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar. Bahkan, sudah sepuluh kali ajang bergengsi ini digelar dan terbukti mampu mengangkat ekonomi kerakyatan.

Di samping itu, dalam perkembangannya sampai sepuluh tahun, ada saja yang menampilkan produk baru yang pernah tren sebelumnya, sehingga memperkaya khasanah produk unggulan Kota Denpasar. Tidak hanya masyarakat Kota Denpasar, namun festival rakyat ini menjadi pilihan liburan keluarga di tengah hari libur sekolah. Pada tahun 2017 ini, Denpasar Festival mengusung tema “Rawat Pusaka, Cipta Inovasi” dengan subtema “Tresnaning Jagat Rahayu” yang akan digelar pada tanggal 28 hingga 31 Desember mendatang.

Kayun Asmara selaku event organizer (EO) Denpasar Festival baru-baru ini menjelaskan, terkait dengan pemilihan tema pada tahun ini selalu berkaitan dengan dinamika dan kondisi yang ada, sehingga pada tahun ini tidak menyangka ada erupsi Gunung Agung, maka dari itu muncul subtema tersebut sebagai wujud empati dan membuktikan kondisi Bali masih sangat aman untuk kunjungan wisata,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selama berlangsungnya Denfest, panitia akan bekerja sama dengan BPDB dengan stan khusus untuk menyediakan informasi grafik terkait kondisi terkini Gunung Agung, agar nantinya menjadi media informasi pengunjung lengkap dengan brosur dari Dinas Pariwisata dengan rundown acara selama pelaksanaan Denfest. “Selain itu ada pembagian masker, jadi Pemkot Denpasar menyadari bahwa kondisi alam memang tidak bisa ditebak, namun dengan data dari BPDB dan jarak Denpasar yang jauh dari KRB, jadi Denfest menjadi corong informasi dan bukti bahwa Bali masih sangat aman untuk dikunjungi,” katanya. (sta)