Dari Denfest 2017 Pemkot Fasilitasi Kerajinan Pengungsi KRB Gunung Agung  

34
Suasana technical meeting 188 peserta Denfest yang dikoordinir Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kegiatan technical meeting  program Denpasar Festival (Denfest) 2017 digelar bagi 188 peserta yang difasilitasi Pemkot Denpasar melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar, Selasa (19/12) lalu, di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang. Hadir dalam kegiatan itu dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar dan Polantas.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi Kabid Perdagangan, IGA Laxmy Saraswaty, S.S.,M.Hum., menjelaskan, dalam ajang Denfest 2017 kali ini memfasilitasi satu stan untuk memajang aneka kerajinan hasil produksi para pengungsi KRB Gunung Agung. Lokasinya sudah ditentukan di Lapangan Puputan Badung.

”Dalam ajang Denfest kali ini mengusung tema “Rawat Pusaka, Cipta Inovasi” dengan Sub tema ‎“Tresnaning Jagat Rahayu” yang akan digelar pada 28 hingga 31 Desember mendatang. Sub tema tersebut menandakan kepedulian pada sesama masyarakat Bali semoga selalu dilindungi. Termasuk Pemkot peduli masyarakat pascatragedi erupsi Gunung Agung, yakni hasil kerajinan difasilitasi pemasarannya. Maka, melalui Denfest ini diberikan satu stan khusus memajang aneka kerajinan yang dihasilkan di pengungsian,” kata Wayan Gatra. ‎

Laxmy menambahkan, kegiatan technical Meeting Denfest 2017 merupakan kegiatan sosialisasi penggunaan produksi dalam negeri serta peningkatan inovasi produk lokal. Melalui Disperindag ‎total tenda kerajinan endek 78 peserta, kerajinan 54 peserta, pastry 46 peserta, dan pasar rakyat 10 peserta. Jadi semuanya 188 peserta, sedangkan kantong-kantong parkir sudah disiapkan dan akan diatur menggunakan ruas jalan Sulawesi, jalan Sugianyar, jalan Sutoyo, jalan Kartini dan jalan Baliton.

”‎Peserta tekstil  sebanyak 77 stan di lapangan Puputan sebelah timur akan mendapatkan tenda ukuran 2,5 x 5 meter (flooring) dengan 1 lampu serta 1 colokan listrik,’’ katanya. ‎Sementara, zonasi peserta tekstil dibagi menjadi 8 kawasan yang terdiri dari 5 tenda yang penempatannya disesuaikan dengan lokasi.

Peserta Kerajinan & Pastry Bakery  100 stan di area Lapangan Puputan sebelah selatan akan mendapatkan stan ukuran 3 x 1,5 meter (flooring) dengan 1 lampu serta 1 colokan listrik. Kemudian peserta pasar tradisional sebanyak 10  stan di lapangan selatan  akan mendapatkan stan ukuran 2 x 2 meter dengan 1 lampu serta 1 colokan listrik.

‘’Pembatas antar stan disediakan berupa kain, sedangkan papan nama akan di buat seragam dengan biaya ditanggung Disperindag agar rapi dan tampilan stan bagus,” jelasnya. (sta)