BPBD Gelar Uji Lapangan  Rencana Kontijensi Gempa dan Tsunami Bentuk Antisipasi Bencana Alam

24
Uji lapang rencana kontijensi gempa bumi dan tsunami yang di buka langsung oleh Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Buleleng Made Arya Sukerta, S.H.

Singaraja (Bisnis Bali) – Dalam mengantisipasi bencana, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Buleleng melakukan uji lapangan rencana kontijensi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini diawali dengan upacara persiapan uji lapangan rencana kontijensi gempa bumi dan tsunami yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta, S.H., ditandai dengan pengalungan kartu tanda pengenal peserta uji lapangan, kegiatan ini berlangsung di lapangan umum Seririt.

Mewakili Bupati Buleleng Asisten Pemerintahan Setda Buleleng, Made Arya Sukerta, S.H., yang juga selaku pembina upacara dalam sambutannya mengatakan, selaku kepala daerah sangat mengapresiasi penuh kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Buleleng dalam menyusun dokumen kontijensi yang pada hari ini diuji praktikkan di lapangan, hal ini sangatlah penting untuk dilakukan karena berdasarkan kajian ilmiah dari BMKG bahwa di Kecamatan Seririt rawan bencana gempa bumi yang kemungkinan dapat diikuti oleh tsunami.

Hal ini dikarenakan di Kecamatan Seririt terdapat lempeng bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi pergeseran.

Lebih jauh Arya Sukerta mengatakan, sering kita panik apabila menghadapi bencana sehingga dalam situasi panik seperti itu akan banyak jatuhnya korban. Oleh sebab itu, dengan uji lapang akan mampu menekan jatuhnya korban karena telah terlebih dahulu di buatkan skenario dan estimasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut, di dalam uji lapang ini bukanlah dilakukan simulasi sebagaimana masyarakat menghadapi bencana, tetapi bagaimana managemen pengelolaan bencana itu terlaksana dalam satu komando, sering di jumpai jika terjadi bencana bermunculan posko-posko bencana yang mestinya posko itu hanyalah satu yaitu poskomando, sedangkan di lapangan atau wilayah-wilayah yang dekat dengan lokasi bencana hanya dapat didirikan pos lapangan yang merupakan satu jaringan dari pos komando, dengan demikian semua kegiatan penanganan bencana sifatnya adalah koordinatif melalui satu komando.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Buleleng, I Made Subur, S.H., dalam laporannya mengatakan, kegiatan uji lapangan rencana kontijensi gempa bumi dan tsunami dilaksanakan di Kecamatan Seririt berdasarkan kajian BMKG bahwa wilayah Kecamatan Seririt rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami, jika benar-benar terjadi bencana semua bisa melakukan fungsinya dengan baik, lebih jauh Made Subur melaporkan, kegiatan uji lapangan ini melibatkan 400 (empat ratus )orang peserta. Adapun sumberdana berasal dari dana BNPB. (ira)