Sinergi Mampu Angkat Potensi Produk UMKM di Pasar Ekspor

62
UMKM - Upaya meningkatkan peran UMKM di pasar ekspor merupakan hal positif karena beragam potensi unggulan yang dimiliki.

Sinergi semua pihak baik eksekutif, legislatif dan asosiasi dunia usaha utamanya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) diharapkan mampu mengungkap potensi unggulan yang diproduksi kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Apa saja kendala yang dihadapi UMKM menembus pasar ekspor?

POTENSI pelaku UMKM Bali begitu beragam bahkan banyak yang merupakan produk unggulan. Tak hanya produk fashion (kain tradisional dan perhiasan) serta permata, juga produk sandang dan pangan. Dalam perkembangannya selama ini memang masih banyak yang mengandalkan pasar lokal dan dalam negeri, namun ke depan seiring gencarnya promosi pihak-pihak terkait terhadap produk UMKM peluang pasarnya kian terbuka di luar negeri. Contohnya, dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (RI) di Rusia mengundang UMKM di Bali untuk ikut Festival Moskow. Ini peluang menjanjikan karena kabarnya produk UMKM Bali laku keras di Rusia. Hebatnya, dari sisi nilai ekonomis sangat menjanjikan. Contoh produk pangan dan buah-buahan penjualannya dihitung per biji dengan nilai cukup mahal. Misalnya salak yang dijual Rusia per buah harganya mencapai Rp 19.000 – Rp 20.000. Jika didukung kontinyuitas produksi tentu UMKM Bali makin mampu bersaing.

Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menyampaikan mengapresiasi upaya pihak-pihak terkait dalam memacu daya saing produk di pasar ekspor, terutama dengan promosi-promosi langsung dalam ajang festival atau pameran produk UMKM. Hal tersebut akan didukung DPRD karena sudah ada dan disiapkan dalam anggaran promosi luar negeri. UMKM memang harus diperkuat promosinya karena memang merupakan potensi andalan dalam perolehan devisa. Tentu saja UMKM juga harus meningkatkan diri agar kelemahan-kelemahan yang dimiliki dapat diantisipasi. Misal permodalan, pelatihan inovasi serta promosi. Dengan sinergi semua pihak, UMKM Bali diyakini makin kuat dan berdaya saing.

Ketua Kadin Kota Denpasar, Wayan Nugra Artana menyampaikan upaya chanelling dengan Kedutaan RI di Rusia bertujuan untuk membuka kontak dagang antara pelaku UMKM dengan para buyer di luar negeri salah satunya Rusia. Sebab negara ini tergolong paling terbuka dalam bisnis dan perdagangan sehingga paling berpotensi bagi kalangan UMKM dalam menggaet para buyer-nya. Dia mengharapkan dengan terus berinovasi dan memperkuat permodalan UMKM dapat meningkatkan daya saingnya, terutama siap dalam memproduksi produk unggulan secara kontinyu guna mampu memenuhi pasar ekspor yang umumnya dalam jumlah besar. “Namun memang masih banyak kendala yang dihadapi UMKM seperti persoalan embargo produk yang akan diekspor, juga kendala perizinan lainnya yang umumnya masih tumpang-tindih antara ketentuan di daerah dengan negara tujuan ekspor. Untuk itu, pihak terkait seperti dinas perdagangan dan bea cukai dan lainnya diharapkan bisa memberi kemudahan agar UMKM tak gagal ekspor. (gun)