Pamsimas Munduk Temu Terbaik Se-Indonesia Bupati Eka Terima Pamsimas Award

31
 Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua CPMU Pamsimas Ir Tanozisochi Lase, M.Sc. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Keberhasilan program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat yang berkembang di Desa Munduk Temu,  Kecamatan Pupuan, sejak 2014 lalu mengantarkan penghargaan bagi Kabupaten Tabanan.

Selasa (19/12) kemarin, penghargaan bernama Pamsimas Award 2017 diserahkan kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua CPMU Pamsimas Ir. Tanozisochi Lase, M.Sc.

Penghargaan tersebut menegaskan bahwa program Pamsimas di Desa Munduk Temu telah berhasil memberikan akses air bersih bagi masyarakat seratus persen.

Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Eka menyatakan rasa bersyukurnya atas keberhasilan Munduk Temu sebagai salah satu desa yang sukses melaksanakan program Pamsimas hingga bisa menyediakan akses air bersih seratus persen.

“Kita tentu bersyukur. Dan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak mulai dari OPD terkait dan masyarakat Tabanan, khususnya Desa Munduk Temu. Karena, perbekel dan tokoh masyarakatnya yang membumi dan proaktif sehingga program pamsimas ini bisa sukses. Begitu juga peran serta kaum perempuan, yakni ibu-ibu di desa setempat,” kata Bupati Eka.

Menurutnya, dalam proses pembangunan sistem tersebut, para ibu ternyata ikut bergotong royong dalam pengerjaan fisiknya. “Peran serta para ibu di desa ini tidak bisa dianggap enteng juga. Mereka ikut bergotong royong membantu pengerjaan fisik Pamsismas di desa mereka,” ungkap Bupati Eka.

Karena itu, sambung dia, peran kaum perempuan dalam jalannya program pembangunan di daerah tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini juga yang membuat Bupati Eka menempatkan isu gender dan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu program utamanya. Salah satu penjabarannya di bidang kesehatan dalam bentuk Pemeriksaan Kanker Serviks dengan  menyelenggarakan tes IVA maupun menyediakan Mobil Sehat.

“Pemikirannya sederhana saja. Selain saya kebetulan perempuan, saya berpikir para ibu juga harus sehat. Karena kalau ibu sehat, keluarga pastinya akan sehat juga. Coba bayangkan, kalau ibunya sakit, yang memperhatikan kesehatan suami dan anak-anak siapa. Yang menyiapkan sarapan dan makanan siapa.  Itu contoh sederhana saja,” ujarnya mengilustrasikan.

Sehingga, ujarnya melanjutkan, peran serta para ibu di Desa Munduk Temu menjadi bukti eksistensi kaum perempuan dalam jalannya pembangunan daerah.

“Mereka tidak hanya berkutat di urusan domestik saja. Tidak hanya masak, mencuci, atau bersih-bersih rumah saja. Di tataran masyarakat, mereka juga terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan. Mereka tidak cuek lagi dengan masalah sampah karena sudah mulai memilah dan memilih sampah,” pungkasnya. (man)