KUR‎ Berdampak terhadap Kinerja KSP-USP

29
PENYALUR - KSP-USP di Bali siap menjadi penyalur KUR. Oleh karena itu, diharapkan persyaratannya dipermudah. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Sejumlah pengelola koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam (KSP) dan unit simpan pinjam (USP) di Bali mengeluhkan menurunnya kinerja usaha belakangan ini. Salah satu penyebabnya akibat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tidak melibatkan KSP-USP. Pasalnya, bunga KUR yang dibebankan kepada masyarakat sangat rendah, per bulannya hanya 0,75 persen plat. Sedangkan bunga pinjaman KSP-USP masih di atas 1 persen.

Salah seorang pengelola koperasi menegaskan, sejak program KUR diluncurkan pemerintah pusat sudah langsung berdampak pada KSP-USP. Pasalnya, masyarakat termasuk anggota KSP-USP melakukan pinjaman ke bank penyalur KUR. Karena bunganya sangat rendah yakni 9 persen per tahun (0,75 persen per bulan) maka hampir semua meminjam. Baik dipergunakan untuk mengembangkan usaha maupun untuk mengembalikan pinjaman di KSP-USP.

”Sejak bunga KUR rendah semua anggota koperasi mengajukan pinjaman KUR. Yang sudah realisasi umumnya dipergunakan untuk mengembalikan pinjaman di KSP-USP. Jika yang meminjam KUR memiliki utang di KSP, dan yang tidak ada pinjaman di KSP, dipergunakan untuk mengembangkan usahanya. Dengan kejadian itu, kami sebagai pengelola KSP menjadi banyak dana yang idle (tak tersalurkan), karena kebanyakan debitur (anggota yang meminjam) mengembalikan pinjaman dari uang pinjaman KUR. Kalau sudah kebanyakan yang mengembalikan, maka yang meminjam menjadi berkurang. Oleh karena itu, dana idle di KSP kami cukup banyak. Jadi selain kami mendapatkan keuntungan berkurang, tentu kami merugi akibat dana idle, karena dana yang kami miliki dapat dari pinjaman, maka wajib diberikan bunga,” tegasnya.  (sta)