Gelar Ramah-tamah, LPD Buleleng tak Lupakan ’’Kawitan’’

26
Kegiatan ramah-tamah dihadiri seluruh Kepala LPD se-Kabupaten Buleleng. 

Singaraja (Bisnis Bali)  –  Persoalan LPD yang kekurangan likuiditas dapat ditangani bersama dengan BKS-LPD Provinsi Bali dengan dibantu dana penyangga likuiditas.  Ia menerangkan bahwa saat ini sejumlah LPD yang terdampak sudah bisa kembali operasional normal, hal itu berdasarkan informasi dari Ketua BKS-LPD Kabupaten Karangasem Made Mastiawan bahwa sudah ada LPD yang mengembalikan dana penyangga likuiditas. “Itu artinya sudah mampu dengan cepat kita lakukan kebersamaan untuk membantu teman – teman yang terkena dampak untuk pengambilan likuiditas yang tinggi,”ucapnya.

Berdasarkan catatan terdapat 26 LPD yang terdampak. Pihaknya menegaskan,  jangan ragu terhadap dana penyangga likuiditas karena sudah di pertanggung jawabkan oleh BKS-LPD, LP-LPD Provinsi dan Kabupaten, dan apabila dana itu tidak kembali nantinya ada dana pemberdayaan yang akan menjamin.

Made Nyiri Yasa mengucapkan terima kasih untuk kerja sama dari seluruh komponen LPD hingga pengurus serta tim pembina atas kerja sama yang terjalin lancar mendukung kegiatan LPD. Bahkan dirinya memberikan apresiasi terhadap  BPD Bali khususnya Cabang Singaraja dan Seririt dimana kontribusi BPD kepada LPD sebagai mitra kerja sangat dirasakan dan terjalin erat. Bahkan kecepatan pelayanan dan kerja sama yang baik sudah dilakukan oleh BPD Cabang Singaraja dan Seririt sejak tahun 2000. “Kontribusinya sangat luar biasa tentu saling menguntungkan pelayanannya juga sudah luar biasa, kami dari BKS, LP-LPD dan BPD selalu bekerja sama selalu satu langkah satu gerak,”tegasnya.

Sementara itu Kepala Bank BPD Cabang Singaraja Made Lestara Widiatmika, S.E., mengatakan kegiatan ramah- tamah yang diselenggarakan menjelang tutup tahun 2017 adalah sebagai jembatan kerja sama yang baik nantinya di tahun yang akan datang, apalagi kontribusi LPD ke BPD sudah sangat baik, maka dari itu kegiatan ini juga dalam rangka mengeratkan diri menjalin kerja sama mendiskusikan program kerja sama ditahun selanjutnya, termasuk selalu menjadikan  BPD sebagai mitra kerja sebagai tempat penyimpanan dana para nasabah LPD. “Mempererat tali silaturahmi bersama dengan LPD dengan harapan BPD tetap menjadi mitra kerja yang baik sebagai tempat penyimpanan dana – dana para nasabah LPD,”jelasnya.

Sementara itu disinggung banyaknya perbankan yang dekat dengan  BPD, pihaknya menegaskan kembali kepada pelayanan. Dimana hubungan yang baik dapat terjalin jika mampu memberikan pelayanan dan kerja sama yang baik. Termasuk mengadakan kegiatan silaturahmi, tirta yatra, dan pertemuan untuk mengeratkan hubungan antara BPD dengan LPD agar tetap harmonis. “Kembali kepada kita sendiri hubungannya harus baik karena majunya BPD majunya LPD begitu sebaliknya, kerja sama ini tetap akan bekesinambungan, yang terpenting ingat dengan kawitan,”tegasnya.

Hal senada juga di ungkapkan Koordinator LP-LPD Kabupaten Buleleng Drs. Nyoman Indrayasa. Kegiatan ramah – tamah ini merupakan jembatan untuk mempererat kerja sama yang selama ini sudah terjalin baik. Dalam menghadapi segala persoalan LPD yang ada di Kabupaten Buleleng pihaknya selaku Koordinator LP-LPD melakukan strategi dan upaya sinergi bersama dengan LPD dan BPD melalui laporan pertanggung jawaban tiap tahunnya dengan menyampaikan kepada krama desa terkait kondisi LPD di Bali secara umum. (ira)