Program Penguatan BPR, Perbarindo Tandatangani Kerja Sama dengan Ditjen Dukcapil  

167
 SOSIALISASI - Rangkaian kegiatan DPD Perbarindo Bali dan Nusa Tenggara Barat melaksanakan sosialisasi program penguatan industri BPR-BPRS dan penanda tangananan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil, Senin (18/12) bertempat Hotel Sanur Paradise Plaza.

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali dan Perbarindo Nusa Tenggara Barat melaksanakan sosialisasi program penguatan industri BPR-BPRS dan penandatanganan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Senin (18/12) bertempat Hotel Sanur Paradise Plaza. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Perbarindo dan OJK Bali Nusra dan BPR di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, mengatakan acara sosialisasi program penguatan industri BPR/BPRS dan penandatanganan PKS Dukcapil dengan BPR-BPRS Provinsi Bali & Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan di pengunjung tahun 2017.

Iniasiasi dan kerja keras DPP Perbarindo dalam memikirkan dan menguatkan industri BPR melalui kerja sama dengan para pihak, telah direalisasikan melalui MOU Perbarindo dengan para pihak saat Rakernas di Kupang (24/10)-(25/10).

Ia menjelaskan menindaklanjuti MoU DPP Perbarindo juga telah melaksanakan FGD dan acara hari ini merupakan tahapan III yaitu sosialisasi penguatan Platform BPR secara bisnis maupun prudential.

Dipaparkannya, sosialisasi ini diantaranya pemanfaatan Biro Kredit untuk Layanan Kredit BPR dari PT.

Pefindo Biro Kredit. Sosiaisasi Penyediaan aplikasi GCG dan MR bagi lndustri BPR -BPRS dari Veda Praxis. Sosialisasi Co-Branding & Keagenan BPR e-cash dari Bank Mandiri. Sosialisasi petuniuk teknis pemanfaatan akses data kependudukan dari Dukcapil.

Setelah sosialisasi baru akan dilanjutkan PKS antara BPR-BPRS Provinsi Bali & NTB dengan Ditjen Dukcapil sehingga semua BPR di Bali dan NTB yang direkomendasikan oleh OJK telah bekerja sama dengan Dukcapil. Acara kali ini diikuti oleh 151 BPR termasuk petugas IT BPR.

Ia melihat manfaat dari semua ini akan dirasakan setelah nanti semua dapat di implementasikan baik akses kependudukan, BPR e-cash, Veda Praxis, maupun Pefindo.

Ketut Wiratjana menambahkan, bankir BPR yang optimis adalah melihat masa depan selalu lebih baik, bankir BPR harus memperkuat internal dan selalu melihat biaya sebagai investasi bukan sebagai beban. “Mari bergandengan tangan untuk menyongsong BPR yang lebih baik,” katanya.

Ketua Umum Perbarindo, Joko Suyanto mengatakan, BPR harus kompak menghadapi tantangan ke depan. Perbarindo akan mengawal industri BPR tetap bertahan. Untuk bisa bertahan, BPR harus bekerja lebih baik, profesional dan efisien. Ini akan tumbuh BPR yang akan  dibanggakan di Indonesia.

Deputi Direktur Pengawasan Perbankan 2, Pasar Modal, IKNB, dan Perizinan OJK Bali Nusra, Rochman Pamungkas mengatakan penandatanganan kerja sama Perbarindo dengan Ditjen Dukcapil akan memudahkan BPR dalam internal control. Funding dan leanding khusus kredit bisa menjadi lebih baik. (ad)