Pemuteran Bay Festival I Sukses,  Bukti Bali masih Aman Dikunjungi

41
Pemuteran Bah Festival resmu ditutup  di Tanjung Budaya Dalem, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (16/12) lalu. 

Singaraja (Bisnis Bali) –  Di tengah isu erupsi Gunung Agung yang menyebabkan kelesuan dalam bidang pariwisata. Bali, khususnya Buleleng bisa membangkitkan kembali bidang pariwisata melalui Pemuteran Bay Festival yang pertama kali digelar pada 2017 ini berjalan dengan sukses. Terbukti dengan digelarnya berbagai macam pertunjukan seni dan budaya serta kegiatan pesona bawah laut yang melibatkan wisatawan mancanegara. Setelah berjalan sukses selama empat hari, festival ini ditutup secara resmi di Tanjung Budaya Dalem, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (16/12) lalu.

Dengan suksesnya gelaran ini dan melibatkan banyak wisatawan mancanegara, Buleleng membuktikan bahwa Bali khususnya Buleleng masih aman dikunjungi oleh wisatawan. “Dan kesuksesan penyelenggaraan ini menjadi bukti bahwa Pulau Bali dan Buleleng masih aman untuk dikunjungi,” ungkap Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Buleleng, Drs. Ketut Asta Semadi, M.M.

Dirinya mengatakan dengan status awas dan erupsi Gunung Agung yang berdampak signifikan terhadap kedatangan wisatawan ke Bali pada umumnya dan Buleleng pada khususnya. Oleh karena itu, Seluruh stakeholder pariwisata tidak boleh berpangku tangan serta haruslah bahu membahu untuk membuat suatu terobosan dan promosi-promosi sehingga wisatawan kembali berdatangan ke Pulau Bali dan Buleleng. “Kita harus bekerjasama dan mengeluarkan terobosan-terobosan untuk kembali menggairahkan kedatangan wisatawan,” ujar Bupati Agus Suradnyana.

Menurut Agus Suradnyana, pembangunan dan perkembangan sektor pariwisata memerlukan dukungan dari seluruh komponen pariwisata yang ada baik itu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Untuk tetap eksis, seluruh komponen ini tidak bisa berjalan sendiri atau parsial. Komponen-komponen ini haruslah bekerja sesuai dengan perannya masing-masing dan tidak bisa terpisahkan. “Kalau mau terus bertahan pada sektor pariwisata, ego sektoral harus dikesampingkan dan mulai merapatkan barisan serta bekerja berkarya sesuai peran masing-masing,” imbuh Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. dalam laporannya menjelaskan Pemuteran Bay Festival yang pertama kali digelar ini menyedot banyak perhatian wisatawan. Selama empat hari digelar, hunian kamar di Kawasan Pemuteran meningkat hingga 40 persen. Kunjungan wisatawan mencapai 15 ribu orang. “Tingkat kunjungan ini membuktikan kita bisa meningkatkan kunjungan di tengah situasi sedikit lesu melalui festival ini,” tutupnya.

 Selain menutup secara resmi Pemuteran Bay Festival 2017, Drs. Ketut Asta Semadi, MM yang mewakili Bupati Buleleng juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar serangkaian dengan festival ini. (ira)