Denpasar (Bisnis Bali) – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017 ini sudah mencapai kuota yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu, perbankan menghentikan penyaluran kredit untuk pemberdayaan UMKM ini pada November 2017.

Pemimpin Wilayah BRI Bali-Nusra, Dedi Sunardi di Renon, Senin (18/12) kemarin mengakui, bank tidak lagi menyalurkan KUR karena penyaluran KUR sudah dihentikan oleh pemerintah dengan pertimbangan kuota target KUR sudah tercapai.

“Bila berbicara target, KUR BRI Kanwil Denpasar belum tercapai, tetapi kuota KUR sudah terpenuhi,” katanya.

Menurutnya, dengan terpenuhinya kuota KUR secara nasional berarti masyarakat sangat membutuhkan KUR dan sangat terbantu dengan adanya kredit bunga murah 9 persen tersebut. Diprediksi perbankan akan kembali menyalurkan KUR pada 2018 mendatang dengan suku bunga yang lebih murah lagi yaitu 7 persen.

“Dengan bunga 7 persen yang kemungkinan dikenalkan mulai awal 2018  kami makin optimistis target KUR 2018 akan tercapai,” ujarnya.

Bank BUMN ini pun berharap dengan bunga 7 persen tersebut akan membantu kalangan UMKM, mempercepat pengembangan sektor riil, meningkatkan akses pembiayaan, perluas kesempatan kerja dan bisa menanggulangi kemiskinan. (dik)