Dunia tata rias kian memberikan peluang bagi pengusaha yang menggelutinya, dengan hasil yang cukup menjajikan saat ini. Tidak heran jika dewasa ini begitu banyak bermunculan penata rias dengan ciri khas masing-masing dan harga yang ditawarkan pun bervariasi, yang tidak tanggung-tanggung bisa mencapai belasan juta per paket. Seperti apa?

TATA RIAS menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat terutama perempuan yang tidak hanya untuk acara-acara besar, namun juga sudah digunakan pada kegiatan-kegiatan sederhana. Berbagai jasa tata rias pun ditawarkan, mulai dari tata rias sederhana yang biasa digunakan pada acara wisuda, menghadiri undangan, ataupun ke pura, hingga tata rias lebih berat seperti tata rias pengantin ataupun pengambilan foto prewedding, yang jadi tren saat ini.
Hal ini pun membuat penata rias terus berinovasi menciptakan hal yang terbaik dan variatif, untuk merambah pasar dunia tata rias. Demikian variasi harga pun bersaing yang memiliki pangsa pasar tersendiri dengan kualitas tata rias masing-masing.
Salah seoarang penata rias, Luh Kadek Lasti Asih dengan nama brand Kadek Bali Wedding, mengatakan, jasa tata rias yang ditawarkannya dipatok mulai dari Rp 13 juta per paket per pasang, yang terdiri atas tata rias pengantin Bali (rias agung) dan tata rias modifikasi yang digunakan dalam acara resepsi. Harga tersebut dikatakannya berlaku di area Denpasar. Jika ke luar daerah, harga disesuikan dengan jarak, yang bisa mencapai 2 kali lipat dari harga sebelumnya. “Itu pun kalau acaranya pada hari yang sama. Jika hari upacara dengan resepsi berlainan, maka akan dikenakan tambahan Rp 1 juta,” ungkapnya.
Terkait soal permintaan, dia mengatakan, pada hari-hari baik melangsungkan pernikahan, permintaan jasa tata rias cukup banyak. Dia bisa melayani 3 klien dalam satu hari. Untuk menangkap pasar yang lebih banyak, dia pun membentuk tim, yang tentunya memberi peluang lebih banyak pelanggan yang bisa diambil dalam satu hari. Diakuinya, tim yang dibentuknya pun sebelumnya telah mendapatkan teknis darinya untuk kesamaan pengerjaan dan hasil kepada konsumen. Namun, diakuinya, untuk tim yang dibentuknya memberikan penawaran harga yang lebih murah dari yang dia tawarkan. “Biar bagaimanapun tangan yang ngambil berbeda, tentu hasilnya tidak 100 persen sama. Kami menawarkan harga yang murah jika diambil tim,” jelasnya. (wid)