Kekhawatiran Wisatawan akibat Ketidakpastian Kondisi Gunung Agung

63
BERLIBUR – Erupsi Gunung Agung menyebabkan wisatawan takut berlibur ke Bali.

Denpasar (Bisnis Bali) – Akibat penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, memicu wisatawan menunda atau membatalkan jadwal liburannya ke Bali. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Jumat (15/12) mengatakan, ketidakpastian kondisi Gunung Agung memicu wisatawan takut berlibur ke Bali.

Ia mengungkapkan, rasa takut wisatawan ke Bali disebabkan karena ada sesuatu yang tidak pasti. Kondisi Gunung Agung menimbulkan tanda tanya. Ini ditindaklanjuti wisatawan dari yang tidak pasti menjadi ketakutan.

Menurut Bagus Sudibya, karakteristik Gunung Agung sulit diprediksi dan memproyeksikannya. Ini menjadi akar dari ketidakpastian yang mesti ditindaklanjuti pengelolaan informasi satu pintu.

Dipaparkannya, segala informasi Gunung Agung mesti disampaikan orang kredibel dan bersumber dari badan atau lembaga terkait masalah kebencanaan gunung berapi.

Lebih lanjut dikatakannya, saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung September 2017 sudah ada kerancuan informasi. Ini menyebabkan keraguan orang untuk berlibur ke Bali. Komponen pariwisata Bali tidak serta merta memberikan penjelasan dan berita hoax terkait Gunung Agung.

Menurutnya, untuk menjawab berita hoax Gunung Agung wajib dilakukan sumber kredibel. Sumber kredibel ini bisa memberikan informasi jelas tentang Gunung Agung dan disampaikan dengan bahasa yang dimengerti pasar mancanegara. (kup)