Denpasar (Bisnis Bali) – Sudah menjadi tradisi, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), cukup banyak masyarakat yang menyalakan petasan dan kembang api, serta meniup terompet, sehingga para pebisnis mulai menyiapkan dagangannya.

Menurut Ikhsan, salah seorang pebisnis kembang api dan terompet di kawasan Denpasar, Jumat (15/12), bercermin dari penjualan tahun-tahun sebelumnya, menjelang Nataru, bukan hanya kembang api saja yang penjualannya meningkat, tetapi juga terompet, sehingga pihaknya menyediakan kedua komoditi tersebut sekaligus. ‘’Tahun lalu kami bisa meraih omzet hingga belasan juta pada saat malam pergantian tahun,’’ ujarnya.

Kembang api kami pihaknya jual dengan harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 230.000 per bungkus, sedangkan terompet mulai Rp 5.000 per pcs.

Disinggung mengenai  modal untuk bisnis ini, kata dia, tidak sampai Rp 10 juta, serta mengenai pasokan kembang api dan terompet ini, pihaknya datangkan dari Surabaya dan Indramayu, Jawa Barat.

Hal senada diungkapkan Syaiful, salah seorang penyedia kembang api dan terompet lainnya. ‘’Sudah menjadi tradisi, tiap tahun saat menjelang Nataru, masyarakat memburu kembang api, dan terompet untuk memeriahkan suasana Tahun Baru,’’ ujarnya  (aya)