Mangupura (Bisnis Bali) – DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali mengakui kebutuhan rumah tinggal untuk masyarakat Bali sekitar 300 ribu rumah. Untuk itu, REI mengajak masyarakat untuk membeli rumah tahun ini karena merupakan waktu yang tepat mengingat adanya promo-promo menarik yang ditawarkan kalangan developer.

Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura didampingi Ketua Panitia REI Expo 2017, Gde Semadi Putra, di Mall Bali Galeria, Rabu (13/12) mengatakan, akhir tahun ini menjadi momen yang tepat untuk masyarakat membeli properti. Sebab trennya, jika membeli rumah pada akhir tahun maka nilai investasinya akan naik pada tahun berikutnya.

“Untuk itu REI menyediakan ribuan rumah bagi masyarakat Bali, termasuk dalam upaya ikut berusaha mensukseskan satu juta rumah seperti yang dicanangkan pemerintah,” katanya.

Rumah yang ditawarkan mulai Rp 100 jutaan yang termasuk rumah subsidi. Rumah subsidi tersedia di tiga kabupaten yaitu, Jembrana, Buleleng dan Karangasem. REI Bali saat ini sedang berusaha untuk memenuhi kebutuhan tumah murah dengan menyasar seluruh kabupaten di Bali.

“Pada 2017 ini harga rumah subsidi di Bali masih di Rp 141.700 sudah termasuk terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Pande mengakui, transaksi rumah subsidi sampai saat ini telah mencapai 2 ribu unit di tiga kabupaten dari target 2017 mencapai 3.500 unir rumah. Belum tercapainya target transaksi rumah subsidi karena masalah klasik seperti mahalnya harga lahan di Bali, termasuk adanya kendala dari sisi pemenuhan bahan baku akibat adanya bencana alam Gunung Agung.

“Kondisi Gunung Agung cukup banyak mempengaruhi dari sisi material sehingga target sulit tercapai,” ucapnya.Kendati demikian pihaknya optimis pada 2018 mendatang kebutuhan rumah masih tinggi karena semasih ada cinta dan orang yang berkeluarga maka rumah akan tetap diperlukan.

“Pada 2018 rumah menengah ke bawah dengan kisaran Rp 500 juta ke bawah masih akan tetap berpeluang tumbuh dan dicari masyarakat, tidak hanya dari Bali namun pihak luar seperti Jakarta,” paparnya. (dik)