GA Kembali ke Level Awas, Pariwisata Bali pun Melesu

72
MENIKMATI - Wisatawan yang masih menikmati pariwisata Bali pascapenutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat abu vulkanik. (kup)

Gunung Agung (GA) mengeluarkan abu vulkanik dan Bandara Ngurah Rai sempat ditutup memicu peningkatan status GA ke level 4 yakni awas. Sejauhmana dampak penutupan bandara dan penetapan kembali status awas GA berdampak pada penurunan sektor pariwisata  Bali?

PENUTUPAN Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat abu vulkanik bergerak ke selatan sempat memunculkan kepanikan dari wisatawan di Bali. Penanganan wisatawan ke titik evakuasi belum berjalan sempurna. Wisatawan kesulitan untuk mendapàtkan transportasi guna mengantarkan wisatawan ke bandara terdekat dari Bali seperti bandara di Surabaya.
Penetapan status GA ke level 4 mengundang negara pasar pariwisata Bali mengeluarkan travel advisory. Pasar utama yang menopang sektor pariwisata Bali seperti di Asia, Eropa dan Australia telah mengeluarkan peringatan warganya untuk tidak berkunjung ke Bali.
Ketua Gabungan Industri  Pariwisata Indonesia (GIPI), IB Agung Partha Adnyana mengatakan, pasar Cina yang menjadi pasar andalan pariwisata juga mengeluàrkan travel advisory. Ini memicu turunnya kunjungan wisatawan secara drastis.
Ia mencontohkan, wisatawan pasar Cina yang berlibur ke Bali mencapai angka 90 persen. Ini memicu turunnya order jasa atau daya tarik wisata, bahkan ini memicu penurunan hunian kamar hotel. Jika penurunan kunjungan wisatawan berlangsung lama dan hunian hotel menyentuh angka single digit bukan tidak mungkin pengelola hotel akan merumahkan karyawan secara bertahap.
Ia melihat, penurunan kunjungan wisatawan ke Bali juga memicu penurunan order wisata tirta. Selama ini wisatawan Cina meramaikan pariwisata Bali. Ketika kunjungan wisatawan termasuk dari pasar Cina menurun, order wisata tirta mengalami penurunan sangat besar antara 80-90 persen. (kup)