Tabanan (Bisnis Bali) – 2018, Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian mengajukan usulan alokasi pupuk bersubsidi naik 100 persen lebih dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut, khususnya berlaku pada jenis pupuk Organik dan NPK yang diposisikan naik signifikan, seiring dengan tren perlakuan tanam petani di Kabupaten Tabanan yang mengadopsi pola pemupukan pupuk berimbang belakangan ini.

“Tahun depan kami rancang usulan lonjakan 100 persen lebih ke Provinsi untuk pupuk bersubsidi jenis organik dan NPK. Itu karena, selama ini memang terjadi tren peningkatan permintaan dari kalangan petani di Kabupaten Tabanan, bahkan pada 2017 lalu untuk jenis pupuk NPK terjadi penambahan (realokasi) sampai 600 ton dari alokasi sebelumnya 6.000 ton,” tutur Kepala Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Rabu (13/12).

Ia menerangkan, berdasarkan data luas tanam (rencana tanam) per kecamatan (10 kecamatan) yang mengalami lonjakan atau dari 47.598 hektar pada 2016 menjadi 48.861 hektar pada 2017 (untuk tanaman pangan), seiring dengan tingginya curah hujan yang memungkinkan petani melakukan penanaman hingga tiga kali untuk tanaman padi.

Bercermin dari kondisi itu pula, maka 2018 nanti pihaknya merancang usulan kebutuhan pupuk bersubsidi meningkat dari tahun sebelumnya, itu dimaksudkan juga untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di luar sektor tanaman pangan. (man)