Denpasar (Bisnis Bali) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK)  Bali Nusa Tenggara Papua memperkenalkan manfaat berbagai program jaminan sosial kepada mahasiswa  agar sejak dini mereka mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Ketika mereka nantinya lulus sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat program BPJS TK, ” kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, M. Yahmin Pahlevi, di Universitas Warmadewa, Selasa (12/12).

Ia mengatakan, mahasiswa ketika lulus tentu akan mencari pekerjaan maupun membuka lapangan pekerjaan sendiri.  Mereka yang membuka lapangan pekerjaan sendiri setidaknya sudah memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sehingga bisa mendaftarkan diri ataupun tengah kerjanya sebagai peserta jaminan sosial.

“Menjadi peserta kini bisa mendaftarkan diri langsung terutama bagi mereka bukan penerima upah atau tenaga kerja informal,” ujarnya.

Pahlevi pun mengingatkan sebagai seorang pengusaha atau mereka yang hanya tenaga kerja informal jangan hanya berpikiran ikut jaminan sosial adalah pengeluaran biaya tinggi. Ikut sebagai perserta jaminan adalah investasi karena risiko terbesar saat ini adalah kecelakaan lalu lintas.  Bila ikut kepesertaan saat terjadi kecelakaan lalu lintas akan di-cover Jasa Raharja dan BPJS TK dan tidak mengeluarkan uang seperak. Jika tidak ikut apa-apa bisa-bisa aset dijual untuk membayar biaya.

“Suatu usaha akan untung tanpa adanya sumber daya manusia tidaklah mungkin.  Perusahaan bisa untung tanpa perlindungan SDM juga tidak mungkin sehingga ikut peserta  jaminan sosial diperlukan, ” paparnya.
Ia mengakui, Bali termasuk provinsi yang paling peduli terhadap kesadaran untuk mendaftar tenaga kerjanya. Itu terlihat  dari perkembangan data Bali di mana  jumlah kepesertaan hingga November 2017 untuk perusahaan baru mencapai 3.473. (dik)