Pariwisata Bali Mampu Tangani  Dampak Erupsi Gunung Agung

99
Gathering dan Rembug Akhir Tahun diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB). (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Pariwisata Bali sudah berpengalaman menghadapi krisis, perang teluk, bom Bali, kerusuhan dan permasalahan lain yang mengancam sektor pariwisata. Dewan Pembina Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Panudiana Kuhn, Jumat (8/12) mengatakan, pariwisata Bali diyakini akan mampu menangani dampak erupsi Gunung Agung terhadap sektor sektor pariwisata.

Ia mengungkapkan, dalam menghadapi erupsi Gunung Agung pelaku pariwisata harus tetap tenang, positif, optimis dan tidak panik. Seluruh masyarakat dan pelaku pariwisata tidak boleh men-share berita-berita terkait Gunung Agung yang merugikan pariwisata Bali.

Ia menjelaskan, perlu diyakini lagi janji-janji untuk menyediakan bus untuk wisatawan jika terjadi erupsi terlihat ada belum terpenuhi, bahkan ada wisatawan harus membayar Rp 300 ribu. Kondisi Terminal Mengwi juga kurang memadai. Kondisi ini harus dievaluasi, sehingga tidak merugikan citra pariwisata Bali.

Dipaparkannya, perlu SOP yang jelas sebagai acuan jika di kemudian hari terjadi lagi erupsi Gunung Agung. Ini agar tidak sporadis, panik seperti no leaders.

Lebih lanjut dikatakannya, perlu ada kerja sama dengan semua media agar tidak memberitakan hal-hal yang negatif seperti yg dilakukan negara lain jika mengalami bencana seperti contoh  Singapura dan Thailand. Jika di kedua negara tersebut ada bencana media tidak melakukan ekspos berlebihan. (kup)