Mangupura (Bisnis Bali) – Bali Spa and Wellness Association (BSWA) berharap dunia usaha yang bergerak di bidang spa ke depannya dapat bersentuhan dengan dunia digital. Ini penting karena saat ini masuk era digital sehingga industri spa harus bisa mengikuti perkembangan tersebut.

“Praktik spa seperti pijat dengan digital memang berjauhan, tetapi dari sisi marketing untuk perluasan usaha spa dunia digital sangat diperlukan karena besar peranannya,” kata Ketua Acara Bali Spa and Wellness Annual Event 2017, Putu Susantini di Kuta, Jumat (8/12).

Ia mengatakan, karena memiliki banyak manfaat antara usaha spa dengan digitalisasi maka perlu adanya sinkronisasi di dalamnya sehingga bisa berjalan positif. Ia pun optimis pelaku usaha spa bisa memanfaatkan fasilitas digital karena saat ini saja sudah 70 persen dari jumlah anggota yang mencapai 160 lebih tersebut sudah memanfaatkan digital. Ditambah lagi rekanan vendor yang bergerak di bidang marketing digital juga banyak yang menggunakannya.

“Bila pelaku usaha spa bisa memasarkan secara digital bisa menjadi salah satu upaya untuk bersaing seperti dari Thailand, Malaysia maupun Filipina yang merupakan kompetitor kuat di ASEAN,” sarannya.

Ketua Dewan Penasehat BSWA, Lulu S. Widjaja di tempat yang sama mengatakan, spa di Bali saat ini sudah memiliki daya tarik dan menjadi pasar yang sangat potensial. Karena itu, ia menekankan pentingnya usaha dapat bersentuhan dengan digital, apalagi bisa melengkapi diri dengan adanya sertifikasi usaha.

“Tidak dipungkiri usaha spa di Bali masih banyak yang belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), termasuk dari anggota BSWA,” katanya. (dik)