Pascaerupsi Gunung Agung 10 BUMN Bantu Pengungsi di Tejakula Buleleng

32
 Ratusan paket bantuan diterima Kordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Gede Komang. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Pascaerupsi Gunung Berapi Agung beberapa waktu lalu, membuat sejumlah warga yang berada di zona KRB di Kabupaten Karangasem terpaksa kembali mengungsi ke sejumlah posko pengungsian yang ada, seperti di Buleleng. Bahkan, hingga Rabu (6/12) tercatat jumlah pengungsi yang khusus ditampung di Kecamatan Tejakula saja mencapai 8.000 pengungsi, sedangkan secara keseluruhan yang ditampung di Buleleng mencapai 10.000 jiwa yang ditampung di sembilan Kecamatan.

Atas kondisi tersebut, ribuan pengungsi yang ditampung Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian serius dari pemerintah terkait. Sejumlah bantuan pun terus digelontorkan. Bahkan kali ini bantuan untuk pengungsi datang dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikoordinir oleh Indonesia Tourism Develompent Corporation (ITDC) Bali disalurkan di Posko Agung Desa Tejakula, pada Rabu (6/12).

Ada pun BUMN yang terlibat dalam pengumpulan dana bantuan dari pengungsi, di antaranya ITDC Bali, Asuransi Jiwa Sraya,  Bank Mandiri,  Hutama Karya, Jamkrindo, Pelindo III,  Pupuk Indonesia, Jasamarga dan Pegadaian, Hotel Indonesia Natour.

Bantuan diserahkan langsung oleh oleh Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer, didampingi pimpinan perwakilan BUMN di Bali. Ratusan paket bantuan tersebut diterima oleh Kordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta, didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Gede Komang.

Menurut Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer, ada sepuluh BUMN yang berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 1,3 miliar yang akan disalurkan di tiga kabupaten,  seperti Karangasem, Klungkung dan Buleleng. Khusus di pos Tejakula,  pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak Rp 100 juta yang dibelanjakan dalam bentuk barang. “Jenis bantuan berupa paket sembako seperti, beras, sarden, air mineral,  telur,sayuran,  garam.  Bahkan kami juga menyerahkan bantuan selimut dan baju kaos,  jaket, hingga alat MCK,’’ ungkapnya.

Katanya, ini baru tahap awal,  nanti pihaknya akan terus evaluasi bantuannya, yakni apa yang dibutuhkan agar bisa disalurkan secara berkesinambungan. Lanjut Mansoer, BUMN wajib menunjukkan kepedulian dengan membantu pengungsi, seperti tagline BUMN yang hadir untuk negeri. “Ini bagian dari misi kemanusiaan. Nah ketika negara mengalami bencana, maka BUMN wajib hadir membantu saudara kami korban bencana. Apalagi kami ITDC sudah 44 tahun hadir di Bali,  ya wajib ikut berperan meringankan beban saudara kita,” paparnya.

Sementara itu, Kordinator Satgas Penanganan Pengungsi Gunung Agung Kabupaten Buleleng, Made Arya Sukerta mengapresiasi bantuan dari BUMN yang dikordinir olehITDC Bali. Sebab, diakui Arya Sukerta, kondisi logistik sebelumnya sempat mengalami penurunan lantaran jumlah donatur yang saban hari kian berkurang.

“Kami mengapresiasi bantuan dari BUMN.  Tentunya ini sangat meringankan beban pengungsi di Buleleng. Sebab kami sempat kewalahan karena jumlah donator makin berkurang,” kata Arya Sukerta.

Disinggung terkait mekanisme pendistribusian,  pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Dinsos Buleleng selaku kordinator bidang logistik. “Sepenuhnya saya serahkan ke Dinas Sosial, terkait mekanisme penyaluran bantuannya ke tangan pengungsi. Itu sudah ada skemanya yang jelas kebutuhan logistik masih aman hingga sebulan ke depan,” pungkasnya. (ira)