Panen Perdana Demplot Padi Hibrida Brangbiji di Lahan Kantor BPP Tampaksiring

50
Panen perdana Demplot padi hibrida Brangbiji di Subak Belong, Br. Tarukan Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama para pekaseh Se- Kecamatan Tampaksiring, pada Kamis (7/12). (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Di tengah gempuran alih fungsi lahan dan makin menyempitnya luas areal pertanian, kabar gembira datang dari dunia pertanian di Kabupaten Gianyar.

Melalui cara peningkatan indek pertanaman dengan program UPSUS Pajale atau pemanfaatan varietas unggul baru, telah diuji coba demplot padi Hibirida Brangbiji yang hasilnya diharapkan lebih melimpah dari padi nonhibrida.

Dengan memanfaatkan lahan Kantor BPP Kecamatan Tampaksiring seluas 0,4 hektar atau sekitar 40 are di Subak Belong, Br. Tarukan Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, akhirnya panen perdana Demplot padi hibrida Brangbiji dapat dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama para pekaseh Se- Kecamatan Tampaksiring, pada Kamis (7/12).

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Kabupaten Gianyar memiliki luas 36.800 hektar, sedangkan luas sawah irigasi sampai dengan 2017 masih tersisa seluas 14.376 hektar dengan jumlah kelembagaan subak 426 subak sawah dan rata rata indek pertanaman antar 2,00 sampai dengan 2,50 per tahun.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka, permasalahan utama yang dihadapi Kabupaten Gianyar sebagai daerah pariwisata adalah alih fungsi lahan ke non pertanian sulit dibendung dan cenderung meningkat tiap tahun.

Sementara itu, di sisi lain kebutuhan akan beras juga meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Namun karena luas lahan pertanian, khususnya sawah semakin berkurang maka peluang peningkatan produksi beras yang paling memungkinkan adalah dengan peningkatan mutu intensifikasi melalui penerapan teknologi budi daya pertanian.

Ditambahkan, produksi rata rata yang telah dicapai untuk padi non hibrida adalah 61,08 Ku/Ha atau rata-rata 6.108 kg/Ha/Mt. Dengan pelaksanaan demplot padi hibrida Brangbiji ini rata-rata ubinan didapat hasil 10,500 Kw/Ha setara produksi 10,500 ton/Ha/Mt. Selisih antara padi nonhibrida dengan hibrida 3.500 sampai dengan 4.000 ton/Ha.

Made Raka juga mengatakan,  demplot atau kajian varietas padi Hibrida Brangbiji di kabupaten Gianyar bekerja sama dengan PT Makmur Sejahtera sebagai penyalur dan produsen bibit padi hibrida F1 Varietas MS811 dengan nama Brangbiji.

“ Keunggulan dari padi Hibrida Brangbiji ini adalah kemampuan untuk berproduksi yang lebih bayak dibandingkan dengan varietas nonhibrida, apalagi didukung oleh pemupukan dan pengendalian hama yang baik, pasti hasilnya akan melimpah,” jelas I Made Raka. (kup)