NPF 2017 Dimeriahkan Berbagai Lomba Usung Konsep Budaya Lokal Warisan Nenek Moyang

20
Pertandingan gala-gala yang diikuti anak-anak pada Acara Nusa Penida Festival 2017 (wid)

Semarapura (Bisnis Bali) – Seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, berbagai jenis perlombaan juga turut memeriahkan Nusa Penida Festival (NPF) 2017 kali ini. Mulai dari perlombaan tradisional seperti gebug bantal, gala-gala, memasang dan melep

as tali rumput laut hingga lomba memasak, yang digelar, Kamis (7/12).

Koordinator Bidang Perlombaan, I Wayan Sudarma, saat ditemui di tengah-tengah pelaksanaan lomba, mengatakan, secara umum lomba-lomba ini mengusung konsep aktivitas masyarakat yang merupak

an warisan nenek moyang. “Lomba-lomba ini lebih banyak menampilkan segala aktivitas  yang telah dilakukan dari nenek moyang terdahulu. Kami bertujuan untuk melestarikan hal tersebut dan kami berharap, kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan pada acara lomba semata, namun juga pada aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Mulai dari pertandingan gebug bantal (pukul bantal) yang tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal, namun juga masyarakat asing yang sedang


Olahan ikan, jadi bahan utama pada lomba memasak
dalam acara Nusa Penida Festival 2017 (wid)

menikmati liburan di Nusa Lembongan. Selanjutnya pertandingan gala-gala yang diikuti oleh anak-anak Sekolah Dasar (SD).

 

Pertandingan gala-gala yang merupakan salah satu permaninan tradisional masyarakat khususnya anak-anak. Adapun pertandingan gala-gala ini diikuti oleh 5 grup yang menyasar SD di wilayah Nusa Lembongan dan Desa Jungutbatu yang terdiri dari SD 1 Jungutbatu, SD 3

Jungut Batu serta SD 1, 2 dan 3 Lembongan. “Sebenarnya ini merupakan permainan tradisional, yang bahkan tidak dilombakan pun permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak,” jelasnya.

Demikian juga aktivitas masyarakat lokal lainnya yang diangkat dalam perlombaan yaitu memasang dan melepas tali rumput laut. Dijelaskannya, bertani rumput laut merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat

di Nusa Lembongan dan Jungutbatu, termasuk pula Nusa Penida. Namun seiring perkembangan zaman, di Nusa Lembongan sendiri dikatakannya aktivitas ini mulai punah, yang dikarenakan tidak adanya lagi rumput

laut. Dengan demikian pada perlombaan ini, hanya bisa dilakukan merangkai tali, yang tali tersebut selanjutnya digunakan untuk mengikat rumput laut.

Selanjutnya lomba memasak dengan bahan utama ikan laut yang merupakan penghasilan masyarakat setempat. Sudarma mengatakan, tujuan dari lomba

ini adalah meningkatkan ciri khas masakan lokal. Dijelaskannya, dulu sebelum pariwisata, pekerjaan masyarakat di daerah tersebut adalah sebagai nelayan, sehingga hampir setiap hari masyarakat memasak ikan.

“Hal ini yang juga ingin kita bangkitkan kembali yang kita tonjolkan dalan konsep perlombaan pada NPF 2017,” katanya. Sementara itu, Ketua Tim Penilai lomba memasak, Dewa Putu Suwirna yang juga sebagai chef pada salah satu hotel di Desa Jungutbatu,

menyebutkan, katagori penilaian dalam lomba ini yaitu, dari proses memasak, rasa hingga presentasi terutama kebersihan masakan dan terlihat segar.  “Kami berharap dengan diadakannya lomba masak ini mampu menyajikan masak lokal dengan cita rasa internasional,” ungkapnya. (ad826)