BIBIT juwet belakangan mulai banyak dicari masyarakat, karena buah juwet kaya akan manfaat terutama untuk mencegah diabetes. Karena pohon juwet mulai langka, masyarakat yang memiliki lahan ingin kembali menanamnya. Harga bibit juwet dibandrol mulai Rp 75 ribu, tergantung jenis dan besar kecilnya bibit.

“Belakangan bibit juwet mulai diminati masyarakat. Mungkin karena saya promosi melalui media sosial juga, sehingga banyak masyarakat yang melihat dan tertarik untuk membeli,” tutur Erna penjual bibit tanaman buah. Juwet yang oleh masyarakat Jawa dikenal dengan nama jamblang ini bisa dikembangkan dengan 4 cara.

Untuk membuat bibit juwet bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti menyemaikan biji juwet yang kualitasnya bagus. “Pilih biji juwet, lalu bersihkan dari dagingnya kemudian keringkan selama sehari sebelum ditaburkan ke media tanaman. Semai biji ke wadah yang telah disiapkan, biarkan selama beberapa minggu,” tuturnya. Setelah bibit tumbuh setinggi 10 cm, dapat dipindahkan ke media tanam yang lebih besar yang berisi campuran tanah, kompos, dan sekam.

Bibit yang dibuat dengan metode biji menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang, yaitu antara 7 hingga 10 tahun tanaman baru bisa berbuah. Untuk mempercepat proses berbuahnya tanaman bisa dilakukan dengan sistem okulasi atau penempelan dan metode sambung pucuk digunakan dengan cara menggabungkan batang bawah dan batang atas. “Batang bawah  memang sebaiknya ditanam dari biji, sedangkan batang atas merupakan tanaman yang sehat dan unggul. Dengan penggabungan tersebut tanaman akan menjadi kokoh dan cepat berbuah,” tukasnya.  (pur)