Capaian Hunian Hotel Terendah Perlu Lakukan Strategi Promosi Maksimal

49
staMOU - Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra yang didampingi Sekda Rai Iswara dan Kadis Pariwisata Denpasar, MA Dezire Mulyani, berfoto dengan Ketua BPPD Denpasar, Ketua Asita, HPI dan PHRI setelah penandatanganan MoU.

Denpasar (Bisnis Bali) – Dampak tragedi Gunung Agung meletus ternyata lebih dahsyat dibandingkan tragedi alam lainnya yang pernah terjadi di Bali. Letusan Gunung Agung sekarang ini menyebabkan perusahaan penerbangan tidak berani mengangkut penumpang, baik domestik maupun asing. Hal ini karena asap debu yang dikeluarkan Gunung Agung sangat mengganggu keselamatan pesawat terbang.

Selain itu, dampak tragedi Gunung Agung ini banyak juga wisatawan yang berkeinginan menghabiskan waktu libur di Bali, melakukan penundaan sampai kondisi aman. Dengan begitu, kondisi tersebut berakibat besar terhadap kedatangan wisatawan ke Bali. Terbukti tingkat hunian hotel di Sanur, Kuta, Nusa Dua dan resort lainnya turun drastis.

Di Sanur, tingkat hunian hotel sampai titik terendah 6 persen. Untuk mengantisipasi terus menurunnya tingkat hunian hotel, insan pariwisata dan semua stakeholder lainnya bersatu melaksanakan, mendorong dan mengatur strategi promosi tepat sasaran. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata dan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar menggelar gathering pertemuan dengan insan pariwisata dan penandatanganan MoU BPPD dengan pelaku pariwisata (Asita Bali, PHRI Bali, PHRI Kota Denpasar) untuk bersama-sama mengembangkan sektor pariwisata. Kegiatan ini dilaksanakan, Rabu (6/12) lalu di Hotel Geriya Santrian, Sanur yang dihadiri Wali Kota Denpasar, IB Rai D. Mantra, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ketua PHRI Bali, Ketua BPPD Kota Denpasar, Ketua PHRI Denpasar, Ketua Asita Bali, Ketua HPI dan ratusan insan pariwisata.

Wali Kota Denpasar, Rai Mantra dalam sambutannya menegaskan, untuk mengantisipasi melorotnya tingkat hunian hotel dengan tindakan promo bareng. Jika semua insan pariwisata dapat memanfaatkan media sosial dan membuat informasi positif tentang tragedi Gunung Agung, yakin banyak manfaat positifnya. Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar juga terus berupaya memberikan informasi positif serta mengambil langkah nyata untuk memulihkan pencitraan erupsi Gunung Agung. ”Kami memiliki akses dan telah bergabung dengan 350 kota di seluruh dunia, melalui akses tersebut kami berupaya memberikan informasi aman dan nyaman di Bali, khususnya Denpasar,” katanya sambil berharap perusahan airline juga dapat melayani penumpang seperti sebelumnya. Jika memungkinkan agar menambah rute penerbangannya.

Menurut Rai Mantra, Bali menjadi tempat kunjungan pemerintah lainnya di Indonesia. Cara tepat memberikan bukti bahwa Bali aman, khususnya Kota Denpasar karena Bali memiliki sesuatu yang positif. Walaupun saat ini ‎tingkat hunian hotel ada di bawah 10 persen, perlu tindakan bersama-sama  jangan sampai ke titik nol persen. Denpasar memiliki sistem emergency, bahkan sudah dilakukan simulasi jika terjadi letusan Gunung Agung. Bila perlu cara memulihkannya secara gotong-royong, dengan memainkan media sosial menceritakan kondisi yang sebenarnya mengenai keamanan, bahkan bisa dipakai ajang destinasi yang menarik. ”Seperti di Thailand, setiap ada kejadian yang menyebabkan pariwisatanya terancam semua media tidak ada yang memberitakan. Sebaliknya media selalu menyorot keunggulan yang dapat mempengaruhi naiknya tingkat kunjungan wisatawan.  Berbeda dengan di Indonesia. Berita yang positif mampu mengubah sasaran pasar untuk menambah tingkat pendapatan masyarakat Bali, mampu mengakselerasi recovery pasca-Gunung Agung dengan baik,” jelasnya. ‎

Sementara itu, Ketua BPPD Kota Denpasar, IB Sidharta menjelaskan, pentingnya acara yang bertema ‎recovery Gunung Agung dan ‎ramah tamah membicarakan dan berbuat serta mencari solusi dampak erupsi dan letusan Gunung Agung. Dengan mengundang insan dan praktisi pariwisata sehingga kedatangan wisatawan tidak turun. Selain itu, lanjut Sidharta, BPPD yang dibentuk tahun 2014 sudah menjalankan pengembangan pariwisata dengan baik. Dukungan dana dari pemerintah sudah digunakan untuk promosi pariwisata ke berbagai negara. Juga promosi dalam negeri yang tak kalah dengan asing. Di antaranya melalui beberapa kegiatan dalam event promo pariwisata. ”Terkait dengan recovery Gunung Agung kami sudah lakukan dengan memberi tahu klien dengan konter berita positif. Jika kondisi kedatangan tamu terus menurun, 65 persen masyarakat Bali yang bergerak di usaha akan terkena imbas negatif,” tegasnya sambil mengaku sudah keliling kebeberapa negara di dunia, seperti Dubai, Vietnam dan beberapa negara lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ir. MA Dezire Mulyani, M.Si., yang didampingi ‎Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Putu Riastiti berharap dengan kegiatan rembuk dan mencari solusi mampu memulihkan keadaan seperti sebelumnya. Selain meningkatkan pencitraan destinasi pariwisata juga diharapkan perusahan airline meningkatkan pelayanan dan jalur penerbangan sehingga wisatawan yang yang ingin berkunjung ke Bali, khususnya Denpasar tidak terhambat. ”Akhir-akhir ini memang banyak wisatawan yang menunda kunjungannya ke Bali akibat airline tidak berani terbang ke Bali karena kepulan  asap debu letusan Gunung Agung. Kami berharap semua perusahan air line segera beroperasi seperti biasa,” harapnya. (ad 2.196)