Tingkatkan Prinsip Kehati-hatian, KSP Fokus Layani Anggota

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Dampak meletusnya Gunung Agung ternyata lebih cepat dari perkiraan. Terbukti sudah ada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang merasakan terjadinya peningkatan penarikan simpanan. Bahkan peningkatannya sampai di atas 30 persen.

Pemerhati koperasi yang mantan Manager KPN Dharma Wiguna Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Suyasa, S.E., M.Si., Rabu (6/12) menegaskan, sudah sebulan terjadinya erupsi Gunung Agung sudah dirasakan dampaknya. Bukan hanya koperasi, khususnya KSP yang ada di Kabupaten Karangasem saja, melainkan di seluruh Bali. Termasuk KSP yang ada di Kota Denpasar sejak meletusnya Gunung Agung sudah ada peningkatan penarikan simpanan. Sampai pada awal Desember kenaikan penarikan sampai di atas 30 persen. Selain itu juga terjadi kenaikan debitur. ”Kami sebagai pengelola KSP mencoba bertanya kepada beberapa anggota yang mengajukan pinjaman. Dijelaskan pinjaman dipakai untuk siap-siap jadi pengungsi atau menerima pengungsi,” katanya sambil mengakui di KSP yang dikelola terjadi peningkatan debitur sampai 35 persen dibandingkan sebelumnya.

Ngurah Suyasa menyebutkan, ekonomi sekarang ini di Bali makin lesu. Selain dampak ekonomi sebelumnya memang sudah turun ditambah lagi kejadian alam yakni meletusnya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.  Maka kondisi ekonomi makin parah. Apalagi, lanjut Suyasa, sektor pariwisata anjlok bahkan tingkat hunian hotel di bawah 10 persen. Maka akan berdampak pada turunnya ekonomi makin parah lagi.

”Kami praktisi koperasi saja sudah kena, apalagi usaha sejenis di luar koperasi, yakin sudah berdampak negatif juga,” katanya. (sta)