NPF 2017 Dibuka, Tonjolkan Adat dan Budaya Yakinkan Bali tetap Aman Dikunjungi

22
1.500 penari rejang terdiri dari anak-anak, remaja hingga dewasa, dalam pembukaan Nusa Penida Festival (NPF) 2017 (wid)

Semarapura (Bisnis Bali) – Pemkab Klungkung kembali menggelar Nusa Penida Festival (NPF) yang tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-4. Nusa Penida Festival yang kali ini berpusat di Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu, Nusa Lembongan ini, secara resmi dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Putu Ngurah.

Acara Pembukaan juga dirangkaikan dengan upacara pekelem serta pementasan 1.500 penari Rejang Dewa, Rabu (6/12).

Selain sebagai ajang promosi pariwisata, penyelenggaran event tahunan ini juga sebagai ajang pelestarian adat dan budaya, yang pada festival ini juga diselenggarakan berbagai pementasan tarian daerah hingga pameran produk kerajinan dengan mengajak masyarakat sekitar. Pada acara pembukaan yang berlangsung pagi hari, dihadiri oleh sejumlah undangan mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemprov Bali, jajaran TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya. Demikian juga masyarakat lokal hingga wisatawan domestik dan asing turut menyaksikan kemeriahan festival.

Pada kesempatan ini, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, diadakannya festival di tengah situasi Gunung Agung yang hingga saat ini belum kondusif, bukan berarti mengabaikan sisi keprihatinan. Ia mengatakan, di tengah keprihatinan ini mencoba untuk semangat dan bangkit, agar nanti saat pemulihan pasca-bencana kondisi bisa benar-benar bangkit dengan memilik semangat baru. “Namun demikian, penyelenggaraan NPF tahun ini memang tidak seglamor sebelumnya, yang kita juga tidak mengabaikan sisi keprihatinan kita. Kita tonjolkan pada festival saat ini lebih kepada kebudayaan, touring dan diskusi terkait menjaga lingkungan agar potensi yang kita miliki benar-benar terawat dengan baik,” ungkapnya.

Disinggung soal target kunjungan dengan diadakannya festival ini, Suwirta mengatakan, target mengikuti situasi, lebih kepada wisatawan domestik. Dalam hal ini dia menyampaikan pula, bahwa Bali masih sangat aman dikunjungi. “Apalagi di Nusa Penida yang letaknya jauh dari Gunung Agung dan dibatasi lautan. Jaraknya kurang lebih 55 km dari Gunung Agung, kalaupun terdampak, paling hanya hujan abu,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pula, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra menyatakan, Nusa Penida memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Berbagai objek menarik dapat ditemui. Dan untuk membangkitkan itu, penyelenggaraan festival sangat strategis. “Kami berharap ini bisa merangsang daerah lain di Bali. Ini juga tak hanya untuk promosi. Tetapi juga media komunikasi seniman dan budayawan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di tengah erupsi Gunung Agung, sejumlah daerah di Bali yang memiliki potensi pariwisata masih aman untuk dikunjungi.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Putu Ngurah mengungkapkan, tahun ini pemerintah pusat menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 15 juta orang. Pada 2019, ditargetkan meningkat menjadi 20 juta orang. Mencapai itu, festival ini menjadi salah satu solusi. “Potensi daerah ini sangat besar. Ini harus dijaga bersama-sama,” jelasnya.

Festival ini juga menampilkan beragam kesenian dan lomba serta usai pembukaan juga ada pentas lawak Bali. Hari kedua, digelar lomba gebug bantal, lomba gala-gala, lomba memasak ikan, touring Pulau Lembongan, merangkai prani, mengikat dan melepas tali agar-agar, lomba busana adat Bali untuk wisatawan asing dan lawak Bali. Sedangkan hari ketiga, mengadakan gerakan bersih pantai, transplantasi terumbu karang yang dan penanaman mangrove, lomba stand up padle, lomba perahu mini dan pentas lagu pop bali yang menampilkan Nosstress dan Joni Agung & Double T. Saat penutupan, 9 Desember digelar yoga masal, jalan bareng dan lomba renang serta dimerikahkan penampilan Tika Pagraky, Aya dan Laras serta penampilan artis ibukota Denada. (ad 826)