Minimalisasi Fumigasi, Eksportir Imbau Petani  Manggis Lakukan Pembersihan OPT saat Pascapanen

28
FGD yang sempat digelar untuk membahas terkait penolakan Vietnam dampak dari fumigasi manggis

Tabanan (Bisnis Bali) – Meminimalisasi pemberlakuan fumigasi pada komoditi ekspor manggis, sekaligus guna mengkondisikan manggis dalam keadaan segar sampai di negara tujuan. Sejumlah eksportir manggis mendesak petani agar melakukan pembersihan OPT pada tahap pascapanen, khususnya saat lakukan pemetikan buah.

“Kami imbau kepada petani manggis agar membersihkan OPT, salah satunya semut pada tahap pemetikan itu dalam kaitannya untuk menunjang produk tersebut dalam kondisi segar ketika sampai di negara tujuan ekspor,” tutur petani sekaligus eksportir manggis, Jero Putu Tesan di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan Tabanan, Rabu (6/12) .

Ia berharap, imbauan ini bisa cepat disikapi oleh petani manggis, terutama sebelum musim panen tiba. Sebab, perlakuan tanaman pada saat pascapanen ini sangat menentukan kualitas ekspor manggis nantinya, sehingga tidak lagi terjadi penolakan oleh Vietnam karena kualitas manggis yang kurang baik dampak dari perlakuan fumigasi untuk membersihkan produk dari gangguan OPT.

Jelas Tesan yang juga Ketua Asosasi Manggis Indonesia, memaksimalkan imbuan tersebut, hendaknya dinas terkait bersama-sama dengan pihak Karantina bisa turun kelapangan (petani manggis) untuk melakukan penyuluhan pascapanen. Terkait itu pula, pertengahan bulan ini ia berencana juga akan membuat acara kontak tani dengan melibatkan pihak Karantina, Pemerintah dan DPR RI agar bisa memberikan penyuluhan dan motifasi kepada petani manggis.

Sementara itu, sebelumnya hasil Fokus Grup Diskusi (FGD) yang sempat digelar di Karantina Pusat dengan melibatkan narasumber dari Dirjen Hortikultra, Badan Karantina Pusat, dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP), bersama semua kalangan eksportir manggis dan salak Indonesia. Hasilnya, khusus untuk manggis menanggapi perlakuan fumigasi yang mengakibatkan jatuhnya kualitas manggis setelah berada di negara tujuan, dari pihak Karantina sudah memberikan penjelasan dan klarifikasi, bahwa sepanjang tidak ada permintaan fumigasi dari negara tujuan, maka fumigasi tidak mesti dilakukan.

“Selama ini memang dinegara tujuan, baik Singapura, Thailand dan Vietnam meminta agar buah manggis bersih dari OPT, termasuk semut,” paparnya.  (man)