Mangupura (Bisnis Bali) – Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Kabupaten Badung, Rabu (6/12) kemarin, memaparkan program-program inovatif untuk tahun anggaran 2018. Acara ini digelar dalam acara jumpa media yang digelar di bilangan Sangeh Badung.

Selain puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik termasuk wartawan media online, acara ini dihadiri Kabag Humas Setkab Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta didampingi Kasubag Komunikasi dan Pelayanan Pers IB Wisnawa Kesuma serta Kasubbag Pengumpulan Informasi Made Arta Wiguna.

Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta memaparkan, sejumlah program inovatif siap dilaksanakan pada 2018 mendatang. “Setelah lolos di Bappeda, program-program inovatif tersebut tinggal dilaksanakan,” tegas mantan Camat Abiansemal tersebut.

Secara umum, tegasnya, pihaknya tetap menjalankan tugas untuk menyampaikan informasi pembangunan Badung kepada masyarakat. “Tugas Humas adalah bagaimana melukiskan wajah Badung serta pimpinan dalam hal ini Bupati secara komprehensif,” katanya.

Saat ini, tegasnya, informasi sangat dominan bagi masyarakat. Masyarakat pun punya hak untuk memperoleh informasi. “Karena itulah, selain memberikan informasi, Humas juga berkewajiban menjadi sumber terhadap informasi terutama untuk menjaga citra positif,” katanya sembari menambahkan,

untuk mempublikasikan informasi inilah, pihak Humas perlu bersinergi dengan kalangan pers.

Saat ini, media sosial berkembang sangat pesat. Di sini berita-berita maupun informasi tersajikan. Untuk inilah, pihak Humas membentuk tim cyber untuk menangkal maupun mengklarifikasi jika ada berita-berita atau informasi di medsos yang sifatnya menyesatkan. “Tim ini dipastikan dibentuk, terutama dalam rangka menjaga citra Badung dan pimpinan,” tegasnya.

Pada 2018, ujar Thomas, Humas Badung akan melakukan peningkatan kualitas melalui pelatihan di tingkat SDM Humas, baik di bidang peliputan maupun dukumentasi. Dengan begitu, program pemerintah dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Lewat program peningkatan kualitas SDM, produk-produk yang dihasilkan berkualitas. Dia menunjuk kegiatan-kegiatan yang digelar pimpinan selama ini hanya seremonialnya. “Namun ke depan bagaimana melukiskan program tersebut sehingga mampu menembus aspek substantifnya,” katanya. (ad 2.202)